Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

PAUD di Kota Pekalongan Bangkit Usai Banjir, Belajar Anak Dilakukan secara Bertahap

Lutfi Hanafi • Senin, 26 Januari 2026 | 23:25 WIB
SERAHKAN BANTUAN - Himpaudi Kota Pekalongan, saat menyerahkan bantuan untuk korban banjir, beberapa waktu kemarin.
SERAHKAN BANTUAN - Himpaudi Kota Pekalongan, saat menyerahkan bantuan untuk korban banjir, beberapa waktu kemarin.
 
METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Aktivitas pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Pekalongan perlahan mulai bangkit, pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah pada Januari 2026.

Proses belajar mengajar tidak serta-merta kembali normal, melainkan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi lingkungan dan kesiapan masing-masing lembaga.

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Pekalongan, Mustaqimah mengungkapkan, banjir berdampak pada puluhan satuan PAUD, khususnya di wilayah Pekalongan Barat dan Pekalongan Utara.

Berdasarkan pendataan HIMPAUDI, di Kecamatan Pekalongan Timur terdapat satu lembaga PAUD yang terdampak, yakni PAUD Cempaka Sari.

Sementara Kecamatan Pekalongan Selatan dilaporkan tidak terdampak banjir. Dampak paling signifikan terjadi di Kecamatan Pekalongan Barat dengan 23 lembaga PAUD, disusul Kecamatan Pekalongan Utara sebanyak lima lembaga.

“Sebagian lembaga terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar karena kondisi belum memungkinkan. Namun, ada pula yang memilih alternatif pembelajaran daring agar anak-anak tetap mendapatkan stimulasi belajar,” jelas Mustaqimah, Senin 26 Januari 2026.

Seiring mulai surutnya genangan, sejumlah PAUD yang sebelumnya terdampak kini berangsur membuka kembali layanan pendidikan secara bertahap.

Skema pembelajaran disesuaikan dengan situasi lingkungan sekolah, keamanan anak, serta kesiapan sarana prasarana.

Menurut Mustaqimah, para wali murid berharap kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal.

Mereka menginginkan anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan yang optimal meski di tengah keterbatasan akibat banjir.

“Kondisi banjir di beberapa wilayah memang cukup memprihatinkan. Air bisa cepat masuk ke lingkungan sekolah, bahkan di daerah dekat sungai sering disertai lumpur yang merusak fasilitas pembelajaran,” ungkapnya.

Ia pun berharap adanya dukungan pemerintah, baik untuk penanganan darurat maupun solusi jangka panjang bagi PAUD di wilayah rawan banjir.

Baca Juga: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi Evaluasi Jalur KA Pekalongan, Rel Langsung Ditinggikan Jelang Lebaran

 

“Bantuan sementara sangat dibutuhkan, namun ke depan perlu penanganan berkelanjutan agar banjir tidak terus mengganggu pendidikan anak usia dini,” tegasnya.

Kepedulian terhadap PAUD terdampak juga ditunjukkan oleh Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, bersama HIMPAUDI Kota Pekalongan.

Mereka turun langsung menyalurkan bantuan kepada lima lembaga PAUD di Kecamatan Pekalongan Barat yang mengalami dampak cukup parah.

 

Inggit Soraya menyampaikan bahwa kondisi PAUD pascabanjir sangat memprihatinkan. Tidak hanya bangunan, namun alat permainan edukatif (APE) dan buku-buku pembelajaran banyak yang rusak dan tidak dapat diselamatkan.

“Kami melihat langsung kondisinya. Hampir semua PAUD yang kami kunjungi terdampak banjir cukup serius,” ujar Inggit.

Selain menyalurkan bantuan, rombongan juga ikut membantu proses pembersihan lingkungan PAUD serta melakukan peninjauan kondisi lembaga yang masih tergenang air.

Bantuan yang diberikan meliputi buku pembelajaran, paket sembako, serta alat-alat kebersihan.

Adapun lima PAUD penerima bantuan tersebut yakni KB Holistik Inklusi, KB/TK Masyithoh Kramatsari, KB Aisyiyah Kramatsari, PAUD Kilau Berlian, dan PAUD Insan Harapan.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara pengurus HIMPAUDI Kota, HIMPAUDI Kecamatan, serta para pendidik PAUD yang secara sukarela terlibat dalam penggalangan bantuan dan kerja bakti.

“Kami sudah sekitar satu minggu menggalang bantuan. Alhamdulillah mulai terkumpul dan kami salurkan sesuai kebutuhan lembaga,” katanya.

Selain itu, HIMPAUDI Kota Pekalongan juga telah mengajukan permohonan dukungan kepada PW HIMPAUDI Jawa Tengah guna membantu pemulihan lembaga dan pendidik PAUD terdampak banjir. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #bansos #paud #banjir pekalongan #himpaudi #pekalongan #Inggit Soraya #bantuan