METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Polres Pekalongan Kota berupaya menekan aksi balap liar dan kejahatan jalanan dengan patroli skala besar pada Sabtu malam 31 Januari 2026.
Polisi mengamankan 18 kendaraan bermotor yang kedapatan menggunakan knalpot brong serta tidak dilengkapi pelat nomor.
Patroli gabungan yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Pekalongan Kota, Kompol Dr. Akhwan Nadzirin ini melibatkan piket fungsi, Satlantas, Pamapta, hingga jajaran Polsek.
Langkah konkrit ini menjaga situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas, khususnya pada malam akhir pekan.
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan di Pos Exit Tol Setono yang menjadi salah satu titik rawan balap liar di wilayah Kota Pekalongan.
“Patroli ini difokuskan untuk mencegah street crime, balap liar, serta penindakan terhadap kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis,” kata Kompol Akhwan saat memberikan arahan kepada personel.
Ia juga menekankan agar seluruh anggota mengedepankan pendekatan humanis dan mengutamakan keselamatan, baik bagi petugas maupun masyarakat.
Usai apel, petugas langsung menyisir kawasan Exit Tol Setono, yang dalam beberapa waktu terakhir kerap viral di media sosial karena dijadikan arena balap liar.
Petugas memberikan imbauan kepada para remaja yang masih nongkrong hingga larut malam serta melakukan pemeriksaan kendaraan.
Hasilnya, Satlantas Polres Pekalongan Kota mengamankan 18 sepeda motor yang terbukti menggunakan knalpot tidak standar dan tanpa plat nomor kendaraan.
Seluruh kendaraan tersebut kemudian dibawa ke Mapolres untuk proses penindakan lebih lanjut. Langkah tegas ini dilakukan bukan tanpa alasan.
Sehari sebelumnya, Jumat sore 30 Januari 2026, terjadi kecelakaan serius akibat balap liar di ruas Exit Tol Sokoduwet–Setono. Insiden tersebut dipicu senggolan antar sepeda motor saat adu kecepatan.
Salah satu pengendara, yang dilaporkan masih berstatus pelajar SMP, kehilangan kendali dan menghantam pembatas jalan hingga motornya ringsek.
Korban mengalami luka berat di bagian kepala dan sempat kritis saat dievakuasi ke rumah sakit.
Peristiwa itu juga memicu kerumunan warga dan menciptakan situasi mencekam di lokasi kejadian.
Polres Pekalongan Kota menegaskan akan terus meningkatkan kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum, terutama di titik-titik rawan balap liar.
“Kami mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak terlibat balap liar dan lebih disiplin dalam berlalu lintas. Keselamatan adalah yang utama,” pungkas Kompol Akhwan. (han/ida)