Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Banjir di Pekalongan Mulai Surut, Jumlah Pengungsi Menurun, Pendampingan Jalan

Lutfi Hanafi • Minggu, 1 Februari 2026 | 14:55 WIB
KUNJUNGI - Walikota Pekalongan saat berkunjung langsung dan memantau kondisi warganya yang mengungsi,  beberapa waktu kemarin.
KUNJUNGI - Walikota Pekalongan saat berkunjung langsung dan memantau kondisi warganya yang mengungsi,  beberapa waktu kemarin.
 
METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Banjir lebih dua pekan yang melanda Kota Pekalongan mulai menunjukkan tanda-tanda surut di sejumlah wilayah.

Jumlah pengungsi perlahan menurun, meski ratusan warga masih bertahan di lokasi pengungsian.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan Budi Suheryanto menyampaikan, meski jumlah pengungsi menurun, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan tetap memperpanjang status Tanggap Darurat Banjir.

Hal ini untuk memastikan penanganan, pendampingan, serta distribusi bantuan berjalan optimal bagi warga yang masih terdampak.

“Jumlah pengungsi sudah mulai berkurang,” ujar Budi, Minggu 1 Februari 2026.

Kendati begitu, hingga 1 Februari 2026, banjir masih merendam kawasan Pekalongan Barat dan Pekalongan Utara, dengan ketinggian air bervariasi dan mencapai hingga 1 meter di titik tertentu.

Kondisi ini membuat sebagian warga belum bisa kembali ke rumah.

Berdasarkan data BPBD Kota Pekalongan per Minggu 1 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, jumlah pengungsi yang tersisa masih terkonsentrasi di Kecamatan Pekalongan Barat.

Total 221 jiwa yang tersebar di tiga titik pengungsian. Di Aula Kelurahan Pasirkratonkramat, tercatat 88 pengungsi, terdiri ata balita hingga lanjut usia.

Sementara di aula Eks Kelurahan Kraton Kidul, jumlah pengungsi mencapai 98 jiwa. Adapun Musala Darul Na’im Kramatsari menampung 35 pengungsi.

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, turut melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengungsian di Kelurahan Pasirkratonkramat dan eks Kelurahan Kraton Kidul, Jumat 30 Januari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan kondisi pengungsi serta pemenuhan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

Baca Juga: 4 Daerah di Pekalongan Raya Gandeng Investor Tiongkok, Sulap Sampah Jadi Listrik

“Di wilayah Pasirsari memang surutnya paling lama. Ketinggian air masih mencapai sepaha orang dewasa, sehingga warga belum bisa kembali ke rumah,” jelas wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.

Ia menambahkan, di kecamatan lain sebagian besar warga sudah kembali ke rumah masing-masing, seiring membaiknya kondisi banjir.

Untuk mempercepat penanganan, Pemkot Pekalongan telah menambah pompa air mobile di wilayah Pasirsari dan Kramatsari.

Namun, tingginya debit air membuat kinerja pompa belum maksimal.

“Kami berharap curah hujan ke depan lebih bersahabat. Prediksi BMKG, hujan berakhir di Januari, mudah-mudahan banjir segera surut,” ujarnya.

Dalam dialog dengan pengungsi, wali kota memastikan kebutuhan logistik secara umum telah tercukupi.

Perhatian khusus diberikan kepada pengungsi dengan balita, terutama terkait kebutuhan susu formula, yang telah dikoordinasikan dengan Dinas Sosial dan P2KB.

Selain itu, layanan kesehatan terus berjalan dengan monitoring rutin dari Puskesmas setempat. Ketersediaan obat-obatan dipastikan aman dan pelayanan medis tetap siaga.

“Pemerintah akan terus mendampingi pengungsi sampai kondisi benar-benar aman dan warga bisa kembali ke rumah,” pungkasnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #banjir pekalongan #pemkot pekalongan #pekalongan #pengungsian #pengungsi banjir #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid