Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Perpanjang Darurat Banjir, Pemkot Pekalongan Pastikan Logistik Aman

Lutfi Hanafi • Senin, 2 Februari 2026 | 17:55 WIB

KUNJUNGAN PENGUNGSI - Walikota Pekalongan Aaf saat mengunjungi warga setempat di pengungsian banjir beberapa waktu kemarin.
KUNJUNGAN PENGUNGSI - Walikota Pekalongan Aaf saat mengunjungi warga setempat di pengungsian banjir beberapa waktu kemarin.


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan resmi memperpanjang status tanggap darurat banjir hingga 13 Februari 2026.

Kebijakan ini diambil untuk memastikan penanganan banjir dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, khususnya mereka yang masih bertahan di pengungsian, tetap berjalan optimal.

Melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB), Pemkot Pekalongan menegaskan, distribusi logistik dan layanan permakanan bagi pengungsi tetap terjamin meski jumlah warga yang mengungsi terus berkurang.

Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosyidi, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Wildan Zuhad, menjelaskan, sejak 29 Januari 2026 terjadi perubahan pola penyediaan konsumsi.

Operasional Dapur Umum yang sebelumnya aktif di kantor Dinsos-P2KB resmi dihentikan pada 28 Januari 2026.

“Dapur umum kami operasikan sejak 17 hingga 28 Januari. Karena jumlah pengungsi turun signifikan dari sekitar 2.200 jiwa menjadi 590-an jiwa. Pola layanan kami alihkan dengan membeli nasi bungkus dari warung-warung sekitar,” kata Wildan saat ditemui di Kantor Dinsos-P2KB, Senin 2 Februari 2026.

Menurutnya, skema pembelian makanan siap saji sebanyak tiga kali sehari dinilai lebih efektif dan efisien, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi pengungsian.

Data terbaru per Minggu sore 1 Februari 2026 mencatat jumlah warga yang masih mengungsi, kini tersisa 219 orang.

Penurunan ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang mulai membaik, sehingga sebagian warga memilih kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan dan pemulihan pascabanjir.

Saat ini, distribusi bantuan dan pemantauan pengungsi dipusatkan di tiga titik utama, yakni Aula Kelurahan Pasirkratonkramat (PKK), eks Kantor Kelurahan Kraton Kidul, serta salah satu TPQ.

Sementara beberapa lokasi lain seperti Aula Kelurahan Tirto dan Aula Kecamatan Pekalongan Barat telah kosong sejak akhir pekan lalu.

“Warga di beberapa titik sudah berpamitan dan pulang karena kondisi rumah mulai memungkinkan untuk ditempati kembali,” tambah Wildan.

Meski fokus utama Dinsos-P2KB berada pada sektor permakanan, Wildan menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar lainnya tetap dikoordinasikan secara intensif bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Selama masih ada warga di pengungsian, kebutuhan makan tiga kali sehari tetap kami penuhi. Harapannya cuaca terus membaik agar warga bisa segera kembali beraktivitas normal,” pungkasnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #banjir pekalongan #banjir #pekalongan #pengungsi