METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus menggeber perbaikan jalan berlubang demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), sejumlah ruas dengan tingkat kerusakan parah mulai ditangani secara bertahap, salah satunya Jalan Gatot Subroto.
Ruas yang menjadi prioritas saat ini berada di segmen timur Pasar Banyurip hingga perbatasan Kabupaten Pekalongan, dengan panjang penanganan sekitar 130 meter. Di lokasi tersebut, kerusakan jalan dinilai cukup berat dan berpotensi membahayakan pengendara.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, mengatakan bahwa kondisi infrastruktur jalan di Kota Pekalongan memang membutuhkan perhatian serius.
Berdasarkan hasil pemantauan, sekitar 80 persen ruas jalan kota mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
“Langkah yang kami ambil adalah mempercepat perbaikan dengan memprioritaskan ruas-ruas yang kerusakannya paling parah. Jalan Gatot Subroto menjadi salah satu fokus utama karena kondisinya cukup memprihatinkan,” ujar Khaerudin saat ditemui di sela monitoring perbaikan jalan, Rabu 4 Februari 2026.
Anggaran ini digunakan untuk perbaikan yang lebih menyeluruh, termasuk pelapisan aspal pada bagian jalan yang memungkinkan.
Sementara itu, penanganan ruas lain di sepanjang Jalan Gatot Subroto dan Jalan Urip Sumoharjo dilakukan melalui anggaran pemeliharaan rutin.
Perbaikan difokuskan pada titik-titik lubang jalan tanpa pengaspalan menyeluruh, menyesuaikan keterbatasan anggaran yang tersedia.
“Kami harus mengatur strategi agar anggaran pemeliharaan bisa mencukupi hingga akhir tahun. Karena itu, tidak semua ruas bisa langsung diaspal penuh,” tambahnya.
Selain itu, DPUPR juga menangani Jalan M. Chaeron yang mengalami kerusakan cukup parah. Penanganannya dilakukan melalui kerja sama dengan Balai Besar Pengelola Jalan Nasional (BPJN).
Dari total panjang sekitar 1,2 kilometer, kerusakan terparah mencapai kurang lebih 700 meter dan saat ini telah masuk tahap penggelaran LPA.
“Kalau tahun lalu anggaran kami sekitar Rp50 miliar, tahun ini hanya sekitar Rp5 miliar. Dampaknya, banyak peningkatan jalan yang tertunda. Namun kami tetap berkomitmen menangani jalan-jalan yang rusak parah terlebih dahulu,” tegasnya.
Meski demikian, Pemkot Pekalongan tetap optimistis kondisi jalan akan terus membaik melalui penanganan bertahap dan terencana.
DPUPR juga telah mengusulkan hampir seluruh ruas jalan rusak ke Kementerian Pekerjaan Umum agar ke depan dapat dilakukan perbaikan dengan konstruksi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Kami mohon masyarakat bersabar dan tetap berhati-hati selama proses perbaikan berlangsung. Semua ini kami lakukan demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” pungkas Khaerudin. (han/ida)