METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Melemahnya pengamalan nilai-nilai Pancasila menimbulkan berbagai persoalan sosial, seperti kenakalan remaja, tawuran, balap liar, hingga peredaran narkoba.
Menjawab tantangan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mengambil langkah strategis dengan melantik Duta Pancasila Paskibraka Kota Pekalongan.
Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dewan Pengurus Purna Paskibraka Indonesia (DPPI) tingkat pusat dan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Bangsa Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah (Jateng), serta sejumlah instansi terkait.
Baca Juga: 32 Tim Adu Strategi di Pekalongan, Bibit Futsal Muda Dibidik SeriusWali Kota yang akrab disapa Mas Aaf itu menegaskan peran Duta Pancasila bukan sekadar simbolis.
Tapi sebuah tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui pengamalan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 di kehidupan sehari-hari.
“Sekilas terlihat sederhana, tetapi tugas Duta Pancasila sangat strategis. Mereka adalah agen perubahan yang diharapkan mampu menanamkan nilai kebangsaan di lingkungan sekitarnya,” ungkap Mas Aaf di Ruang Buketan, Minggu 8 Februari 2026.
Ia juga menyoroti derasnya arus globalisasi dan budaya luar yang masuk ke Indonesia. Keterbukaan tidak boleh membuat generasi muda kehilangan jati diri bangsa.
Dengan mengingatkan pesan Presiden Soekarno, Jas Merah—jangan sekali-kali melupakan sejarah.
Pelantikan Duta Pancasila ini diharapkan menjadi langkah konkret Pemkot Pekalongan dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif sekaligus memperkuat karakter kebangsaan di tengah tantangan zaman.
“Kita boleh mengagumi budaya dan karya luar negeri, tetapi budaya lokal dan sejarah bangsa harus tetap menjadi pijakan utama,” tegasnya.
Lebih jauh, Wali Kota Afzan mengaitkan lunturnya nilai-nilai Pancasila dengan munculnya berbagai masalah sosial yang masih dijumpai, termasuk di Kota Pekalongan.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, Kesbangpol, Forkopimda, Duta Pancasila, dan seluruh elemen masyarakat.
“Penguatan ideologi Pancasila tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada sinergi agar nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 benar-benar hidup dan dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.(han/ida)