METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Ancaman banjir dan rob yang kerap menghantui warga pesisir Kota Pekalongan mendapat perhatian serius.
Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026, akses jalan lingkungan di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, mulai dibenahi agar lebih tangguh menghadapi genangan air.
Program kolaboratif antara TNI, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dan masyarakat ini resmi dibuka di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, Selasa 10 Februari 2026.
Amanat Wali Kota Pekalongan HA Achmad Afzan Arslan Djunaid, dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto.
“Atas nama Pemerintah Kota Pekalongan, kami mengapresiasi Kodim 0710/Pekalongan yang kembali bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat melalui TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026,” kata Slamet Budiyanto saat membacakan sambutan wali kota.
Ia menegaskan, TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dan Desa” dinilai sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi fondasi pembangunan daerah.
Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026.
Fokus kegiatan berada di RT 01 RW 05 dan RT 03 RW 03 Kelurahan Bandengan, kawasan permukiman yang selama ini rawan terendam banjir dan rob.
Sasaran fisik utama berupa pengecoran jalan lingkungan sepanjang kurang lebih 212 meter, dengan lebar bervariasi antara 0,95 hingga 1,4 meter serta tinggi cor mencapai 40 sentimeter.
Pengerjaan dibagi dalam tiga segmen, yakni 75 meter, 6,8 meter, dan 130,3 meter.
Menurut Slamet, pembangunan jalan ini menjadi solusi konkret atas kebutuhan warga. Jalan yang lebih tinggi dan kuat diharapkan mampu mengurangi genangan air, memperlancar mobilitas, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
“Ini bukan sekadar membangun jalan, tetapi upaya meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas hidup warga, khususnya di wilayah rawan banjir,” jelasnya.
Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, menambahkan bahwa TMMD juga menyasar kegiatan non-fisik.
Berbagai penyuluhan akan digelar, mulai dari wawasan kebangsaan, bahaya judi online, pengolahan sampah, pencegahan kenakalan remaja, pencegahan kebakaran, hingga perilaku hidup bersih dan sehat.
“Kegiatan non-fisik ini penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan ketangguhan sosial masyarakat,” kata Letkol Garry.
Ia mengajak seluruh elemen, baik TNI, pemerintah, maupun warga, untuk menjaga semangat gotong royong demi keberhasilan TMMD.
Keberhasilan program ini, menurutnya, tidak hanya diukur dari rampungnya pembangunan fisik, tetapi juga dari terbangunnya rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.
Program ini diharapkan mampu mendorong perekonomian warga, memperbaiki akses lingkungan, serta memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam pembangunan berkelanjutan.
“Kami berharap warga Kelurahan Bandengan ikut mendukung dan menjaga hasil pembangunan, agar lingkungan semakin aman, nyaman, dan siap menghadapi banjir maupun rob,” pesannya.
TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 didukung anggaran dari APBD Provinsi sebesar Rp 145.485.000 dan APBD Kota Pekalongan sebesar Rp 66.000.000, dengan total anggaran mencapai Rp 211.485.000. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla