Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Dulu Langganan Dihajar Banjir dan Rob, Kampung Bugisan Pekalongan Kini Bebas Genangan

Lutfi Hanafi • Minggu, 15 Februari 2026 | 11:35 WIB

PERKAMPUNGAN - Suasana kampung Bugisan berapa Waktu kemarin usai dilakukan penanganan dan penataan oleh Pemkot Pekalongan, dari sebelumnya kampung kumuh.
PERKAMPUNGAN - Suasana kampung Bugisan berapa Waktu kemarin usai dilakukan penanganan dan penataan oleh Pemkot Pekalongan, dari sebelumnya kampung kumuh.


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kampung Bugisan yang selama lebih dari satu dekade identik dengan banjir dan rob, kini terbebas dari genangan.

Kendati cuaca ekstrem sempat membanjiri beberapa permukiman warga di Kota Pekalongan beberapa minggu.

Keberhasilan tersebut setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melakukan penanganan dan penataan secara berkelanjutan. Di antaranya Program Konsolidasi Tanah yang digulirkan pada 2024 menjadi titik balik perubahan wajah Bugisan.

Kolaborasi strategis antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan Pemkot Pekalongan dengan menata ulang kawasan permukiman terdampak banjir secara komprehensif, mulai dari hunian hingga infrastruktur lingkungan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Kota Pekalongan, Slamet Mulyadi memastikan hasil monitoring terbaru menunjukkan tidak ada genangan air di kawasan tersebut meski diguyur hujan deras.

“Alhamdulillah kami sudah monitoring bersama dan tidak terdapat genangan. Penanganan dan penataan sudah berhasil,” tegasnya, Minggu 15 Februari 2025.

Tiga pompa otomatis yang terpasang menjadi sistem pertahanan tambahan. Infrastruktur ini dirancang bekerja cepat saat debit air meningkat, memperkuat daya tahan lingkungan terhadap potensi banjir dan rob. 

"Tiga pompa otomatis juga siaga, tetapi faktanya tidak ada air yang perlu disedot. Artinya proyek ini bisa dikatakan berhasil 100 persen," ucapnya.

Ketua RW Bugisan, Slamet Mulyono mengakui, perubahan signifikan yang dirasakan warga. Ia mengenang, sejak sekitar 2015 kawasan tersebut dilanda banjir dan rob hampir setiap hari, bahkan dua kali dalam sehari saat pasang laut.

“Sekarang alhamdulillah, cuaca ekstrem pun tidak berdampak banjir di Bugisan,” ujarnya.

Melalui program Konsolidasi Tanah, sebanyak 168 rumah berhasil ditata, baik melalui pembangunan rumah baru maupun peningkatan kualitas hunian.

Drainase dibangun ulang, akses jalan diperlebar, dan sistem aliran air diperbaiki secara menyeluruh.

Setelah 11 tahun hidup berdampingan dengan genangan, program ini menjadi momentum kebangkitan Bugisan.

Kini, kawasan tersebut tidak hanya bebas banjir dan rob, tetapi juga tampil lebih tertata, layak huni, dan tangguh menghadapi ancaman cuaca ekstrem.

Bugisan pun menjadi contoh nyata keberhasilan kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam membangun permukiman yang berkelanjutan dan bebas kumuh di Kota Pekalongan.

"Keberhasilan ini juga ditopang partisipasi aktif masyarakat. Pada tahap awal, warga secara sukarela merelakan sebagian lahan untuk kepentingan pembangunan akses lingkungan, termasuk drainase dan pelebaran jalan," tutupnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #banjir #pekalangan #kampung kumuh #cuaca ekstrem #rob #banjir rob #Kampung Bugisan