METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan telah menyiapkan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan darurat jalan rusak akibat cuaca ekstrem.
Namun, intensitas hujan yang masih tinggi membuat perbaikan belum optimal, bahkan kembali mengelupas.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral tentang Mitigasi Gangguan Kamtibmas Ramadhan 1447 H/2026 M yang digelar di Aula Mapolres Pekalongan Kota, Kamis 19 Februari 2026.
Baca Juga: Pemkot Sudah Terbitkan 3.655 NIB , Usaha Kuliner Pekalongan BoomingRakor dipimpin Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi dan dihadiri Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid bersama jajaran Forkopimda, termasuk Dandim 0710/Pekalongan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, Kasi Intel Kejari Kota Pekalongan Baskoro hingga kepala OPD terkait.
Dalam forum itu, Wali Kota yang akrab disapa Mas Aaf prihatin dengan kondisi sejumlah ruas jalan berlubang di Kota Pekalongan. Hal itu berpotensi memicu kecelakaan, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat selama Ramadan.
“Anggaran sudah siap. Tapi karena hujan hampir setiap hari, tambalan jalan kembali mengelupas. Kami minta masyarakat bersabar dan tetap berhati-hati,” ujarnya.
Baca Juga: Batik Bernuansa Tionghoa Meriahkan Perayaan Imlek di Museum Batik PekalonganSelain infrastruktur, potensi gangguan kamtibmas seperti balap liar, tawuran, petasan, hingga penyakit masyarakat juga menjadi fokus pembahasan.
Kapolres Pekalongan Kota menegaskan, pihaknya akan meningkatkan patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), terutama pada jam rawan menjelang berbuka puasa.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Exit Tol Setono yang kerap dijadikan arena balap liar saat ngabuburit.
Polres juga mengantisipasi potensi kejahatan jalanan seperti curas, curat, dan curanmor agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Wali kota mengajak masyarakat Kota Pekalongan untuk berperan aktif melaporkan potensi gangguan ketertiban selama Ramadan.
Pemkot sejak awal telah mengeluarkan seruan larangan perjudian, prostitusi, peredaran miras, narkoba, hingga produksi dan penggunaan petasan.
Melalui rakor lintas sektoral ini, Pemkot dan aparat penegak hukum berkomitmen memperkuat langkah pencegahan dan respons cepat terhadap setiap potensi gangguan, agar Ramadhan 1447 H di Kota Pekalongan berlangsung aman, tertib, dan penuh keberkahan.
“Kami butuh partisipasi masyarakat. Jika ada gangguan kamtibmas, silahkan lapor ke Polres, Satpol P3KP, Dishub, Kodim 0710/Pekalongan, atau melalui media sosial resmi pemerintah,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan selama Ramadan hingga Syawalan, termasuk mengantisipasi balon udara liar. (han/ida)