METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Peran mahasiswa dinilai strategis dalam membantu pemerintah menekan peredaran rokok ilegal.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal yang digelar Pemerintah Kota Pekalongan bersama Bea Cukai Tegal di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Kamis 26 Februari 2026.
Kegiatan edukasi ini diikuti perwakilan mahasiswa se Pekalongan dan dihadiri langsung Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, jajaran pemerintah daerah, serta perwakilan Bea Cukai Tegal.
“Mahasiswa memiliki peran penting untuk membantu pemerintah. Jika menemukan warung atau tempat yang menjual rokok ilegal, silahkan dilaporkan. Identitas pelapor dipastikan aman,” ujarnya.
Ia menegaskan, keterlibatan generasi muda menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengawasan partisipatif di tengah masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran hukum terkait cukai.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Pekalongan berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan sekaligus pengawas sosial yang turut menjaga stabilitas penerimaan negara dari sektor cukai.
Baca Juga: PPPK Kota Pekalongan Diterjunkan ke 27 Koperasi Merah Putih
Pemerintah juga menekankan bahwa pemberantasan rokok ilegal bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama demi menciptakan iklim usaha yang sehat dan melindungi masyarakat dari produk tanpa standar resmi.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyuluhan dan Informasi Bea Cukai Tegal, Yusuf Mahrizal, menjelaskan bahwa sosialisasi Gempur Rokok Ilegal merupakan program berkelanjutan yang menyasar berbagai kelompok masyarakat secara bertahap.
Sebelumnya, edukasi serupa telah menyentuh kalangan sopir angkutan kota hingga tukang becak.
Kini, mahasiswa dipilih sebagai sasaran karena dinilai memiliki daya pengaruh besar dalam menyebarkan informasi dan edukasi di lingkungan sosialnya. "Kemarin sopir angkot dan penarik becak ini giliran para mahasiswa," serunya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla