METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menegaskan pentingnya keikutsertaan perajin dalam berbagai event di luar daerah guna memperluas jejaring bisnis sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri pembukaan Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 di Atrium The Park Mall Semarang, Jumat 27 Februari 2026.
Menurut Inggit, ajang pameran lintas daerah seperti D’Modifest menjadi momentum strategis bagi pelaku UMKM kriya dan fashion, termasuk perajin batik Kota Pekalongan, untuk memperkenalkan produk unggulan ke pasar yang lebih kompetitif.
“Kegiatan seperti ini sangat penting bagi perajin untuk memperluas jejaring dan membuka peluang pasar yang lebih luas, sehingga produk Pekalongan semakin dikenal,” ujarnya saat memberikan keterangan, Minggu 1 Maret 2026.
Festival yang dibuka Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, serta dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah, Nawal Yasin, tersebut menjadi wadah kolaborasi antara perajin dan pelaku usaha kreatif se-Jawa Tengah.
Usai seremoni pembukaan, Inggit menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stan batik asal Kota Pekalongan yang turut ambil bagian dalam pameran.
D’Modifest 2026 sendiri menghadirkan sekitar 50 stan yang memadukan produk fesyen muslim, kriya, serta kuliner khas daerah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM, tetapi juga bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif dan halal di Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin menegaskan bahwa sektor UMKM terbukti menjadi penopang ekonomi nasional, terutama saat menghadapi krisis moneter maupun pandemi.
Ia juga menyoroti besarnya potensi talenta kreatif Jawa Tengah yang mampu bersaing ditingkat global, salah satunya melalui kiprah desainer asal Pekalongan, Dian Pelangi, yang sukses membawa fesyen muslim Indonesia ke pasar internasional.
Melalui partisipasi aktif dalam event regional maupun nasional seperti D’Modifest, Dekranasda Kota Pekalongan berharap para perajin tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga membangun kolaborasi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah secara berkelanjutan menuju penguatan pariwisata dan ekonomi halal tahun 2027.(han/ida)