METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Lebaran dan meningkatnya aktivitas selama bulan Ramadan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga kelancaran lalu lintas.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan fungsi 27 titik traffic light yang tersebar di berbagai persimpangan Kota Pekalongan, termasuk di jalur Pantura yang dikenal sebagai salah satu jalur utama perlintasan kendaraan antar daerah.
Langkah tersebut dilakukan melalui tim Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRL) yang disiapkan khusus untuk melakukan pemantauan serta penyesuaian teknis di lapangan, terutama pada ruas jalan yang rawan terjadi kepadatan kendaraan.
Baca Juga: Sidak Takjil Pedagang Kota Pekalongan, Temukan 6 Makanan Positif Boraks
“ATCS akan memantau jumlah kendaraan yang melintas. Dengan sistem ini, pengaturan lampu lalu lintas bisa disesuaikan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di persimpangan,” tambahnya.
Tidak hanya itu, tim MRL juga menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas apabila terjadi lonjakan kendaraan yang signifikan, terutama pada jalur perlintasan kendaraan dari arah barat menuju timur maupun sebaliknya yang kerap menjadi jalur utama pemudik.
Dishub Kota Pekalongan juga terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap potensi kemacetan dapat diminimalisir sehingga perjalanan masyarakat maupun pemudik yang melintas di Kota Pekalongan tetap aman, tertib, dan nyaman.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Pemkot Pekalongan Pilih Cara Humanis Tata PKL
Sebagai kota yang berada di jalur strategis Pantai Utara Jawa, Pekalongan sering menjadi lintasan kendaraan antar kota maupun pemudik saat musim Lebaran.
Karena itu, Dishub memastikan seluruh sarana dan prasarana lalu lintas, mulai dari rambu jalan, jalur alternatif hingga sistem pengaturan lampu lalu lintas dalam kondisi siap.
“Semua aspek sudah kami siapkan, mulai dari jalur alternatif, rambu lalu lintas, hingga pengaturan traffic light agar perjalanan kendaraan tetap lancar,” terang Restu. (han)