Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

40 Balon Bersaing di Babak Final Pekalongan Balloon Festival 2026

Lutfi Hanafi • Selasa, 31 Maret 2026 | 03:15 WIB
ANTUSIASME TINGGI : Ribuan pengunjung memadati lokasi babak penyisihan Pekalongan Balloon Festival 2026. (LUTFI HANAFI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
ANTUSIASME TINGGI : Ribuan pengunjung memadati lokasi babak penyisihan Pekalongan Balloon Festival 2026. (LUTFI HANAFI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Langit Kota Pekalongan kembali dipenuhi warna-warni balon udara.

Dari total 79 peserta yang ambil bagian, sebanyak 40 balon terbaik dipastikan melaju ke babak final Pekalongan Balloon Festival 2026.

Festival tahunan ini menjadi magnet masyarakat sekaligus solusi konkret pemerintah dalam menekan maraknya balon udara liar yang kerap membahayakan keselamatan penerbangan.

Kepala Bidang Pariwisata Dinparbudpora Kota Pekalongan, Retno Purnomo menegaskan, festival tahun ini mengusung tema “Jaga Tradisi, Jaga Langit, Jaga Kota”.

“Melalui festival ini, kami ingin tradisi tetap berjalan, dengan cara yang aman dan tidak mengganggu, terutama jaringan listrik maupun keselamatan penerbangan,” ujarnya, Kamis 26 Maret 2026.

Babak penyisihan digelar pada 23–24 Maret 2026 di empat titik, yakni Lapangan Setono, Sokoduwet, Peturen Tirto, dan Lapangan Leo Krapyak.

Dari masing-masing lokasi, dipilih 10 tim terbaik sehingga total 40 tim berhak tampil di grand final.

Babak puncak dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret 2026 di Stadion Hoegeng, bertepatan dengan tradisi Syawalan yang selalu menyedot perhatian ribuan warga.

Bahkan, antusiasme masyarakat sudah terlihat di setiap sesi penyisihan. Ratusan penonton memadati lokasi untuk menyaksikan kreativitas balon dari berbagai daerah, baik Kota maupun Kabupaten Pekalongan.

Camat Pekalongan Utara, Wismo Aditio menyebutkan, konsep festival berbasis wilayah ini efektif menekan balon liar sekaligus menjadi ruang ekspresi positif.

“Festival ini jadi wadah yang tepat untuk menyalurkan kreativitas masyarakat, khususnya anak muda, tanpa harus melakukan aktivitas berbahaya,” katanya.

Selain kompetisi, festival ini juga membawa misi edukasi. Pemerintah terus mengingatkan bahaya balon liar yang sering disertai petasan, mulai dari risiko kebakaran hingga gangguan jalur penerbangan.

“Tidak semua yang disebut tradisi harus dipertahankan. Kalau berbahaya, harus kita ubah menjadi kegiatan yang lebih aman seperti festival ini,” tegas Wismo.

Grand final diprediksi berlangsung lebih meriah dengan hadirnya tim eksibisi dari Wonosobo yang akan menampilkan atraksi balon udara khas.

Melalui penyelenggaraan yang lebih tertib dan kompetitif, festival ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat citra Kota Pekalongan sebagai destinasi wisata budaya yang aman, kreatif, dan ramah bagi semua kalangan.

Pada puncaknya nanti, 40 balon terbaik akan menghiasi langit Pekalongan—bukan lagi sebagai ancaman, melainkan simbol tradisi yang terjaga dengan aman. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Festival Balon Pekalongan #Pekalongan Balloon Festival #balon udara