Saat Cuaca Buruk, Rest Area BPBD Pekalongan Jadi Favorit Pemudik

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Selasa, 31 Maret 2026 | 10:55 WIB
BERSANTAI : Salah satu rombongan pemudik yang sedang beristirahat di Rest Area BPBD Kota Pekalongan baru-baru ini. (LUTFI HANAFI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
BERSANTAI : Salah satu rombongan pemudik yang sedang beristirahat di Rest Area BPBD Kota Pekalongan baru-baru ini. (LUTFI HANAFI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Tingkat kunjungan di Rest Area BPBD Pekalongan pada arus balik, Kembali meningkat.

Dalam sehari, rata-rata 10 hingga 15 pemudik mampir untuk beristirahat. Jumlah ini bisa bertambah saat cuaca buruk melanda.

Mayoritas pemudik yang singgah di Rest Area BPBD Pekalongan berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Di antaranya, dari Sragen, Pati, Boyolali, hingga Karanganyar. Mereka umumnya dalam perjalanan menuju kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung.

“Kalau hujan, biasanya lebih banyak yang berhenti. Seperti tadi malam, ada sekitar delapan pemudik yang berteduh di sini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto.

Posko mudik ini disiagakan penuh selama 24 jam untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik.

“Posko kami buka selama 15 hari, mulai 13 hingga 28 Maret 2026. Kami siapkan personel dan fasilitas agar pemudik bisa beristirahat dengan aman dan nyaman,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.

Fasilitas yang disediakan cukup membantu. Pemudik dapat menikmati minuman gratis seperti teh dan kopi, serta makanan ringan berupa mie instan.

Selain itu, tersedia pula tempat istirahat yang memungkinkan pemudik untuk rebahan, mushola untuk beribadah, area parkir luas, hingga fasilitas MCK yang bersih dan gratis.

Selain menjadi tempat istirahat, posko BPBD juga berfungsi sebagai tempat perlindungan sementara.

Ketika hujan turun atau kondisi jalan tidak memungkinkan, pemudik bisa berhenti dengan aman tanpa harus memaksakan perjalanan.

Untuk memastikan pelayanan tetap optimal, BPBD menyiagakan personel selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Setiap shift diisi delapan petugas yang terdiri dari anggota Satgas dan tenaga pendukung.

“Kalau ada kondisi darurat, kami juga siap menambah personel. Intinya, pelayanan kepada pemudik tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, secangkir kopi hangat, mi instan gratis, dan tempat untuk rebahan sejenak menjadi bentuk sederhana dari kehadiran negara, memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik di jalan.

Harapannya, keberadaan posko ini dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan di jalan.

BPBD pun mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh sudah Lelah.

“Silakan manfaatkan posko yang ada. Istirahat sejenak jauh lebih baik daripada memaksakan perjalanan. Keselamatan itu yang utama,” pungkasnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
arus mudik arus balik rest area