Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pemkot Pekalongan Siapkan PSEL di Lahan Exit Tol Setono, Kebut Pengajuan ke Pusat

Lutfi Hanafi • Selasa, 31 Maret 2026 | 11:49 WIB
TINJAU LAHAN : Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid meninjau lahan Pemkot Pekalongan di kawasan Exit Tol Setono tahun lalu yang akan digunakan proyek PSEL. (LUTFI HANAFI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
TINJAU LAHAN : Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid meninjau lahan Pemkot Pekalongan di kawasan Exit Tol Setono tahun lalu yang akan digunakan proyek PSEL. (LUTFI HANAFI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

 

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Upaya keluar dari krisis sampah memasuki babak baru. Tak hanya menyiapkan lahan strategis di kawasan Exit Tol Setono, Sokoduwet, Kota Pekalongan.

Kini Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan juga “ngebut” pengajuan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ke pemerintah pusat dan lembaga investasi nasional.

LAHAN seluas sekitar 5 hektare di kawasan Exit Tol Setono dipilih sebagai lokasi utama proyek Waste to Energy (WTE) regional Pekalongan Raya.

Lokasi ini dinilai paling ideal. Karena akses logistiknya mudah dijangkau dari berbagai daerah penyuplai sampah.

Tak hanya dari wilayah Kota Pekalongan, tapi dari Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan Joko Purnomo menegaskan, penentuan lokasi tidak lepas dari kebutuhan integrasi antarwilayah.

“Kata kuncinya di akses jalan. Exit tol ini memudahkan distribusi dari kota dan kabupaten sekitar,” ujarnya, Kamis 19 Maret 2026.

Proyek ini merupakan hasil kolaborasi empat daerah, yakni Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, Pemkab Batang, dan Pemkab Pemalang.

Keempatnya sudah menandatangani nota kesepahaman pada 27 Januari 2026 di Kota Pekalongan. Bahkan sudah dilanjutkan dengan Surat Pernyataan Kesiapan Pembangunan pada 24 Februari 2026.

Namun, langkah besar ini belum berhenti di tingkat daerah. Pemkot Pekalongan kini tengah berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan persetujuan teknis dan dukungan pembiayaan.

Salah satu fokus utama adalah pengajuan proyek melalui skema investasi nasional, termasuk koordinasi dengan Danantara sebagai bagian dari penguatan pembiayaan proyek strategis.

Selain itu, proses perizinan juga melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, guna memastikan proyek memenuhi aspek lingkungan dan tata kelola nasional.

“Setelah semua persetujuan dari kementerian dan pusat selesai, baru akan dilakukan sosialisasi ke masyarakat,” jelas Joko.

Dari sisi investasi, proyek ini diperkirakan menelan biaya lebih dari Rp 1 triliun, dengan melibatkan investor internasional seperti Elenergy Capital serta mitra global lainnya.

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menegaskan, proyek ini dirancang sebagai solusi jangka panjang yang tidak bergantung pada perubahan kepemimpinan daerah.

“Ini bukan TPA. Ini pusat energi listrik dari sampah. Jadi harus dipahami masyarakat sebagai solusi masa depan,” tegasnya.

Secara teknis, PSEL akan bekerja layaknya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), namun dengan bahan bakar sampah.

Sampah yang masuk akan ditampung dalam bunker tertutup, kemudian diproses melalui insinerator untuk menghasilkan energi listrik.

Dengan kapasitas hingga 1.200 ton per hari, fasilitas ini akan menyerap sampah dari seluruh wilayah Pekalongan Raya.

Rinciannya, Kota Pekalongan sekitar 150 ton per hari, Kabupaten Pekalongan 500 ton, Batang 185 ton, serta Pemalang hingga 250–400 ton per hari.

Kehadiran PSEL juga diharapkan mampu mengurangi beban TPA Degayu yang saat ini sudah mendekati batas maksimal.

Meski lahan di dekat Exit Tol Setono telah tersedia, proyek ini masih harus melalui tahapan teknis lanjutan, seperti studi kelayakan (feasibility study), uji tanah, Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), serta penentuan skema tipping fee sebagai bagian dari kerja sama pemerintah dan badan usaha.

Dengan kombinasi kesiapan lahan, dukungan regional, serta dorongan dari pemerintah pusat, proyek PSEL di Exit Tol Setono digadang-gadang menjadi tonggak baru.

Yakni, mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi sekaligus menjadikan Pekalongan sebagai percontohan nasional dalam pengelolaan sampah modern. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kelola sampah #PSEL #pemkot pekalongan