METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Polres Pekalongan Kota berhasil mengamankan barang bukti dalam jumlah yang signifikan.
Sebanyak 58 balon udara liar, 316 petasan berbagai ukuran, 130 selongsong petasan, 2 kilogram bahan mercon, serta 4 cerobong asap berhasil disita dari sejumlah lokasi.
Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan di Mapolres Pekalongan Kota untuk proses hukum lebih lanjut.
Barang tersebut diperoleh setelah Polres Pekalongan Kota menggelar Patroli Subuh Sapu Bersih (Saber) yang menyasar aktivitas penerbangan balon liar dan penggunaan petasan, sejak Sabtu subuh 28 Maret 2026. Yakni, selama momentum Syawalan 1447 H/2026 M.
Petugas gabungan dari unsur Tiga Pilar, personel Dalmas, Sat Reskrim, hingga Satresnarkoba, sejak dini hari, bergerak menyisir sejumlah titik rawan.
Mulai dari kawasan permukiman, bantaran sungai, hingga lapangan terbuka yang kerap dijadikan lokasi menerbangkan balon udara tanpa tambatan.
Patroli ini bukan sekadar rutinitas, tetapi respons serius atas potensi bahaya yang ditimbulkan. Balon udara liar, terlebih yang dilengkapi petasan, dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan masyarakat dan jalur penerbangan.
Kapolres Pekalongan Kota melalui Ps. Kasi Humas, Iptu Purno Utomo menegaskan, kegiatan ini merupakan langkah preventif sekaligus penegakan hukum yang terukur.
“Patroli ini kami lakukan untuk meminimalisasi potensi gangguan kamtibmas. Balon liar yang disertai petasan sangat berbahaya. Kami juga melakukan penindakan dengan menyita barang bukti yang ditemukan di lapangan,” ungkapnya, Senin 30 Maret 2026.
Sebelum patroli digencarkan, upaya pencegahan sebenarnya telah dilakukan melalui sosialisasi intensif oleh Tiga Pilar di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Edukasi dilakukan mulai dari pemasangan spanduk hingga pendekatan langsung kepada warga, mengingatkan bahaya balon liar dan sanksi hukum yang mengintai pelanggar.
Melalui Patroli Subuh “Saber” ini, Polres Pekalongan Kota berharap suasana Syawalan tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan tradisi dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan tanpa mengorbankan keselamatan.
Meski demikian, tradisi Syawalan tetap diharapkan berjalan dengan aman dan penuh makna. Masyarakat diajak untuk menyalurkan kreativitas melalui kegiatan resmi yang telah difasilitasi pemerintah, seperti festival balon udara tambat dan tradisi lopis raksasa.
“Tradisi harus tetap hidup, tapi dengan cara yang aman. Kami mengajak masyarakat untuk tidak menerbangkan balon liar atau menyalakan petasan,” tambahnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan