HUT 120 Pekalongan Dapat Kado Giant Sea Wall, Harapan Baru Warga

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 00:39 WIB
TINJAU BANJIR : Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid mendampingi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Plt. Bupati Pekalongan Sukirman meninjau banjir akibat limpasan Sungai Bremi, Kota Pekalongan. (DOK. JAWA POS METRO PEKALONGAN)
TINJAU BANJIR : Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid mendampingi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Plt. Bupati Pekalongan Sukirman meninjau banjir akibat limpasan Sungai Bremi, Kota Pekalongan. (DOK. JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Memasuki usia ke-120 pada 1 April 2026, Kota Pekalongan mendapatkan harapan baru. Terutama dalam upaya penanganan banjir rob yang selama ini menjadi persoalan menahun.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum mengusulkan pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang diprioritaskan untuk wilayah Pekalongan Raya.

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menyampaikan, usulan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat pesisir yang selama bertahun-tahun ini menghadapi dampak rob dan banjir.

“Awalnya proyek ini direncanakan di Semarang-Demak. Namun kini justru diusulkan dimulai dari Pekalongan. Ini tentu menjadi harapan besar bagi masyarakat,” katanya, Selasa 31 Maret 2026.

Menurutnya, proyek Giant Sea Wall akan dikerjakan secara bertahap dengan skema multi years.

Selain berfungsi sebagai penahan gelombang laut, proyek ini diharapkan mampu mengurangi intrusi air laut yang selama ini merusak permukiman, jalan, hingga lahan produktif warga.

Selama ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan telah melakukan berbagai upaya penanganan banjir, mulai dari pembangunan tanggul darurat, peninggian jalan, hingga optimalisasi sistem drainase dan rumah pompa.

Saat ini, tercatat ada sekitar 39 rumah pompa yang telah dibangun di berbagai titik rawan genangan.

Namun demikian, tekanan dari tingginya debit Sungai Bremi dan Meduri yang kerap meluap, serta kondisi geografis wilayah pesisir yang rendah, membuat upaya tersebut belum sepenuhnya mampu mengatasi banjir secara menyeluruh.

Dalam beberapa kejadian terakhir, tanggul jebol di wilayah Pabean dan Pasirsari menjadi bukti bahwa penguatan infrastruktur skala besar masih sangat dibutuhkan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) telah mengalokasikan anggaran Rp 37 miliar untuk penguatan tanggul pada tahun 2026.

Selain itu, Pemkot Pekalongan juga mengusulkan pembangunan bendung gerak yang mencakup Sungai Bremi dan Meduri, untuk mengendalikan debit air yang kerap melampaui kapasitas.

Dengan hadirnya Giant Sea Wall, diharapkan solusi jangka panjang dapat terwujud. Tidak hanya mengurangi risiko banjir, proyek ini juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi kawasan pesisir serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Momentum HUT ke-120 ini menjadi titik refleksi sekaligus optimisme baru bahwa Kota Pekalongan terus berbenah dan mendapatkan dukungan strategis untuk mengatasi persoalan lingkungan yang kompleks. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
kota pekalongan hut giant sea wall