METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-120 Kota Pekalongan tahun 2026 tetap berlangsung meriah, walaupun digelar secara sederhana.
Apalagi dengan adanya rangkaian festival budaya yang bertepatan dengan perayaan Syawalan. Ini menjadi daya tarik utama masyarakat dan wisatawan.
Puncak kemeriahan terlihat pada gelaran Pekalongan Balloon Festival 2026 di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan dan tradisi lopis raksasa di kawasan Krapyak.
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menyampaikan, kekuatan budaya menjadi identitas utama kota yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
“Tradisi ini bukan hanya budaya, tetapi juga potensi wisata yang menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Festival balon udara tambat digelar melalui beberapa tahapan, mulai dari penyisihan di berbagai lapangan hingga grand final di stadion.
Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan balon-balon dengan berbagai desain kreatif.
Sementara itu, tradisi lopis raksasa yang digelar sepekan setelah Idulfitri menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat.
Ukuran lopis yang semakin besar setiap tahunnya, mencerminkan tingginya partisipasi warga.
Selain budaya, capaian pembangunan juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp 584,5 miliar dan PAD melampaui target.
Di sektor infrastruktur, Pemkot Pekalongan telah menyelesaikan proyek pengendalian banjir senilai Rp 14 miliar, serta memprioritaskan pembangunan tanggul di wilayah rawan rob.
Berbagai event budaya seperti Pekan Batik Nusantara dan Festival Kampung Batik juga terus dikembangkan untuk memperkuat identitas Kota Pekalongan sebagai kota kreatif berbasis budaya.
Perpaduan antara budaya dan pembangunan ini menjadikan Pekalongan tidak hanya dikenal sebagai kota batik, tetapi juga sebagai kota yang adaptif, dinamis, dan terus berkembang di tengah tantangan zaman. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla