Sulap Lahan Rob Jadi Sawah, BI Tegal Raih Best Kolaborator

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 17:46 WIB
SERAHKAN PENGHARGAAN : Wali Kota HA Afzan Arslan Djunaid menyerahkan penghargaan kepada Kepala KPw BI Tegal, Bimala, usai istighotsah di GOR Jetayu, Rabu 1 April 2026. (LUTFI HANAFI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
SERAHKAN PENGHARGAAN : Wali Kota HA Afzan Arslan Djunaid menyerahkan penghargaan kepada Kepala KPw BI Tegal, Bimala, usai istighotsah di GOR Jetayu, Rabu 1 April 2026. (LUTFI HANAFI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Dari genangan rob yang dulu menenggelamkan harapan, kini tumbuh optimisme baru.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mengapresiasi keberhasilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal dalam mengubah lahan eks rob menjadi sawah produktif dengan memberikan penghargaan Best Kolaborator.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota HA Afzan Arslan Djunaid seusai kegiatan istighotsah di GOR Jetayu, Rabu 1 April 2026.

Momentum ini bertepatan dengan Hari Jadi ke-120 Kota Pekalongan, sekaligus menjadi simbol kuatnya sinergi lintas sektor dalam membangun daerah.

Apresiasi tersebut bukan tanpa alasan. Kolaborasi antara Pemkot Pekalongan dan BI Tegal dinilai berhasil menghidupkan kembali lahan pesisir yang sebelumnya terendam rob selama hampir satu dekade, khususnya di kawasan Degayu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan Nur Priyantomo mengungkapkan, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk berinovasi.

“Kawasan yang dulunya terendam rob selama hampir 10 tahun, kini mulai bisa dimanfaatkan kembali menjadi lahan produktif. Ini capaian luar biasa dari kolaborasi yang kita bangun,” ujarnya.

Setelah penanganan banjir dan rob dilakukan, lahan yang mulai muncul tidak dibiarkan terbengkalai.

Pemkot bersama BI Tegal langsung bergerak mengembangkan demplot pertanian dengan menggunakan varietas padi biosalin, yang mampu beradaptasi dengan kondisi tanah berkadar garam tinggi.

Hasilnya cukup mengejutkan. Dari lahan seluas satu hektare, panen mencapai  4 hingga 6 ton per musim tanam.

Angka ini tergolong tinggi, mengingat karakteristik lahan eks rob yang sebelumnya dianggap tidak produktif.

Kepala KPw BI Tegal Bimala menyebutkan, capaian tersebut sebagai buah dari kerja kolektif berbagai pihak dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami. Ini hasil kolaborasi bersama dalam memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif selama bertahun-tahun,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, penggunaan varietas biosalin bahkan mampu menghasilkan panen hingga 5,4 hingga 6,3 ton tanpa melalui uji coba berulang, seperti yang biasanya dilakukan di daerah lain.

Ke depan, BI Tegal bersama Pemkot Pekalongan berencana mengembangkan kawasan tersebut sebagai pusat pembenihan padi biosalin.

Langkah ini diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan lokal, tetapi juga menjadi model pengelolaan lahan pesisir di wilayah Pantura.

Saat ini, potensi lahan yang bisa dikembangkan masih cukup luas. Tercatat sekitar 90 hektare lahan eks rob telah muncul kembali dan siap dioptimalkan secara bertahap.

“Masih banyak yang bisa kita garap. Tantangannya besar, tapi dengan kolaborasi seperti ini, kami optimistis bisa terus berkembang,” tambah Sekda. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
bi tegal Wali Kota HA Afzan Arslan Djunaid pemkot pekalongan