METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Peringatan Hari Jadi ke-120 Kota Pekalongan berlangsung khidmat melalui Rapat Paripurna DPRD yang digelar di GOR Jetayu, Rabu 1 April 2026.
Agenda ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi panggung refleksi perjalanan panjang pembangunan sekaligus momentum penghormatan bagi para tokoh yang telah berjasa besar bagi kota batik ini.
Rapat paripurna dihadiri langsung oleh Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, Wakil Wali Kota Hj. Balgis Diab, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, anggota DPRD, serta mantan Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz.
Kehadiran para tokoh lintas generasi tersebut memperkuat nuansa historis sekaligus mempertegas kesinambungan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Hj. Balgis Diab menegaskan, usia ke-120 bukanlah perjalanan singkat.
Kota Pekalongan telah melewati berbagai dinamika, mulai dari tantangan lingkungan seperti banjir rob hingga keterbatasan fiskal daerah.
Namun, di tengah berbagai tantangan tersebut, semangat untuk terus melayani masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
“Momentum ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah, DPRD, maupun masyarakat,” ujarnya.
Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah pemberian penghargaan kepada delapan tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pembangunan Kota Pekalongan.
Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mantan wali kota, wakil wali kota, hingga tokoh legislatif dan birokrasi.
Delapan tokoh tersebut antara lain HM Saelany Machfudz, almarhum dr Mohammad Basyir Ahmad, almarhum HA Alf Arslan Djunaid, H Abu Almafachir, dr Sri Nurdijah Kasbollah, H Hamzah Shodiq, H Soeparno, dan HM Bowo Leksono. Penghargaan ini menjadi simbol penghormatan atas dedikasi mereka dalam membangun fondasi Kota Pekalongan hingga seperti sekarang.
Suasana haru terasa ketika penghargaan untuk almarhum dr Mohammad Basyir Ahmad diterima oleh keluarga.
Wakil Wali Kota yang merupakan istri almarhum menyampaikan rasa bangga sekaligus terima kasih atas apresiasi yang diberikan pemerintah daerah.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Kota Pekalongan yang telah bersama-sama membangun kota ini,” ungkapnya dengan penuh haru.
Rangkaian acara diwarnai dengan prosesi pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada mantan Wali Kota Saelany Machfudz sebagai simbol penghormatan terhadap kepemimpinan terdahulu.
Tradisi ini memperkuat makna bahwa keberhasilan pembangunan hari ini merupakan hasil estafet dari para pemimpin sebelumnya.
Di balik kesederhanaan peringatan tahun ini, tersimpan pesan kuat tentang arah pembangunan ke depan.
Pemkot Pekalongan memilih mengurangi kemeriahan seremonial dan lebih menitikberatkan pada kegiatan yang sarat makna, seperti doa bersama, refleksi, dan penghargaan kepada tokoh.
Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyesuaikan kebijakan dengan kondisi daerah, tanpa mengurangi esensi peringatan hari jadi itu sendiri.
Momentum HUT ke-120 Kota Pekalongan ini diharapkan menjadi titik penguatan sinergi antara legislatif dan eksekutif.
DPRD sebagai mitra strategis pemerintah daerah diharapkan mampu terus mengawal kebijakan pembangunan agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. (han/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan