Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

90 Persen Jalan Rusak di Kota Pekalongan Sudah Beres, Sisanya Masih Nunggu Antre Aspal

Lutfi Hanafi • Kamis, 2 April 2026 | 19:31 WIB
PERBAIKAN JALAN :  Jalan di wilayah Banyuurip yang selama ini rusak parah, mulai diperbaiki oleh Pemkot Pekalongan. (DOK. PEMKOT PEKALONGAN)
PERBAIKAN JALAN : Jalan di wilayah Banyuurip yang selama ini rusak parah, mulai diperbaiki oleh Pemkot Pekalongan. (DOK. PEMKOT PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mencatat progres signifikan dalam penanganan infrastruktur jalan.

Hingga awal April 2026, sekitar 90 persen jalan rusak yang menjadi kewenangan pemerintah daerah telah berhasil diperbaiki. Sementara sisanya masih menunggu giliran pengerjaan akibat keterbatasan pasokan aspal.

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menyampaikan, percepatan perbaikan jalan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan.

Fokus utama saat ini adalah penanganan jalan berlubang yang dinilai berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Perbaikan terus berjalan. Kami sudah melakukan penambalan di banyak titik, dan Alhamdulillah sekitar 90 persen jalan rusak sudah tertangani,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf, Kamis 2 April 2026.

Meski capaian tersebut cukup tinggi, Pemkot mengakui masih ada sejumlah ruas jalan yang belum tersentuh perbaikan optimal.

Beberapa di antaranya berada di kawasan sekitar MAN Insan Cendekia dan wilayah Banyurip yang saat ini masih dikeluhkan masyarakat karena kondisi jalan berdebu.

Menurut Mas Aaf, kendala utama yang dihadapi bukan pada perencanaan, melainkan ketersediaan material aspal.

Tingginya curah hujan yang terjadi hampir di seluruh wilayah Pulau Jawa menyebabkan banyak daerah melakukan perbaikan jalan secara bersamaan. Akibatnya, terjadi antrean panjang dalam pemesanan aspal.

“Kemarin kami sudah kejar pengadaan aspal, tapi waktunya tidak cukup. Banyak daerah juga melakukan hal yang sama karena hujan, jadi terjadi antrean panjang,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat sebagian pekerjaan pengaspalan harus ditunda sementara waktu. Namun demikian, Pemkot memastikan bahwa sisa perbaikan jalan tidak akan dibiarkan berlarut-larut.

Untuk wilayah Banyurip, misalnya, pemerintah telah merencanakan pengaspalan lanjutan dalam waktu dekat setelah pasokan material tersedia. Mas Aaf menegaskan, tidak ada rencana perubahan metode menjadi betonisasi untuk ruas tersebut.

“Yang di Banyurip nanti tetap kita aspal. Kita pastikan semua jalan akan kami tuntaskan sampai kondisinya benar-benar baik,” tegasnya.

Pemkot Pekalongan menempatkan sektor infrastruktur jalan sebagai prioritas utama, mengingat perannya yang strategis dalam mendukung mobilitas warga, distribusi barang, serta pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan capaian 90 persen ini, pemerintah berharap masyarakat mulai merasakan dampak nyata dari perbaikan jalan. Namun, partisipasi publik juga tetap dibutuhkan, terutama dalam melaporkan kondisi jalan rusak yang belum tertangani.

“Perbaikan ini tidak berhenti di sini. Kita terus lanjutkan sampai semua jalan layak dan aman dilalui. Infrastruktur yang baik adalah fondasi kemajuan kota,” pungkasnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #jalan #aspal #infrastruktur