METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan ibadah peringatan Wafatnya Isa Almasih di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kota Pekalongan, Jumat 3 April 2026.
Ratusan jemaat mengikuti rangkaian ibadah dengan tenang, di bawah pengamanan ketat dari jajaran Polres Pekalongan Kota.
Ibadah Jumat Agung yang dipimpin Pendeta Emeritus Samuel Santoso mengusung tema “Salib Jalan Kepastian Kasih Allah”.
Sekitar 200 jemaat hadir sejak pagi, memadati ruang ibadah dengan penuh kekhusyukan, mengenang makna pengorbanan dalam tradisi keagamaan umat Kristiani.
Di balik suasana ibadah yang tenang, aparat kepolisian tampak siaga di sejumlah titik strategis.
Personel ditempatkan di area pintu masuk gereja hingga sekitar lingkungan luar, memastikan setiap aktivitas jemaat berjalan tertib dan aman.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kanit Regident Satlantas Polres Pekalongan Kota, Ipda Sukendro.
Ia bersama tim melakukan pengawasan sekaligus pengaturan arus keluar masuk jemaat guna menghindari potensi gangguan selama ibadah berlangsung.
Ps. Kasi Humas Polres Pekalongan Kota, Iptu Purno Utomo, mewakili Kapolres AKBP Riki Yariandi, menegaskan bahwa kehadiran aparat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjamin keamanan seluruh kegiatan keagamaan.
“Kami hadir untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Selain penjagaan fisik, petugas juga melakukan koordinasi dengan pengurus gereja guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan sesuai rencana.
Pendekatan humanis turut dikedepankan agar suasana tetap kondusif tanpa mengurangi kekhidmatan ibadah.
Sejumlah jemaat mengaku merasa lebih tenang dengan adanya pengamanan dari aparat kepolisian.
Kehadiran petugas dinilai memberikan rasa aman, terutama pada momentum keagamaan yang melibatkan banyak orang.
Polres Pekalongan Kota memastikan pengamanan serupa akan terus dilakukan dalam setiap kegiatan keagamaan lainnya.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat nilai persatuan di tengah masyarakat.
Dengan pengamanan yang optimal, seluruh rangkaian ibadah Jumat Agung di Kota Pekalongan berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Situasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aparat dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan penuh toleransi.
“Puji Tuhan, ibadah berjalan lancar. Kami merasa nyaman karena ada pengamanan,” ujar salah satu jemaat. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla