METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Ribuan pemancing memadati bantaran Pantai Slamaran dalam Lomba Mancing Baramudi yang digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Pekalongan ke-120, Minggu 5 April 2026.
Antusiasme peserta membludak, bahkan sejak pagi hari jumlahnya telah menembus lebih dari 1.000 orang.
Suasana riuh langsung terasa sejak lomba dibuka oleh Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid.
Para peserta tampak berjajar di tepian sungai, berebut spot terbaik demi mengail ikan kakap Baramudi—jenis ikan yang menjadi kategori utama sekaligus penentu hadiah bergengsi.
“Alhamdulillah, di tahun kedua ini pesertanya sudah di atas seribu. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat luar biasa,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf di sela kegiatan.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang digelar malam hari, lomba kali ini berlangsung sejak pagi hingga siang.
Perubahan waktu ini sengaja dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi peserta dan penonton, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.
Tak sekadar adu keberuntungan, lomba ini juga menjadi ajang silaturahmi warga. Namun yang paling menyita perhatian adalah deretan hadiah menggiurkan.
Seekor Baramudi terberat bisa mengantarkan pemancing membawa pulang sepeda motor baru.
Di tengah terik matahari, ribuan pemancing tetap bertahan. Mata mereka tertuju pada ujung kail—menanti momen ketika tarikan kuat dari dalam air bisa mengubah nasib, dari sekadar hobi menjadi membawa pulang motor baru.
Selain memacu adrenalin, kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak daya tarik wisata, khususnya di wilayah Pekalongan Utara.
Pemkot pun berencana menjadikan lomba mancing ini sebagai agenda tahunan berskala nasional.
“Harapannya, ke depan bisa masuk kalender event nasional, sehingga makin dikenal luas dan tidak berbenturan dengan daerah lain,” tambah Mas Aaf.
Ketua panitia Seno Aji Wicaksono mengungkapkan, hadiah utama kategori Baramudi berupa satu unit Honda Scoopy baru, disusul Honda Revo untuk juara kedua, serta sepeda motor untuk juara ketiga.
“Peserta benar-benar berburu ikan terbesar. Karena satu kail bisa jadi penentu membawa pulang motor,” ujarnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla