Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bappenas Visit Ulang, Cek Penanganan Banjir dan Pengendalian Sungai Bremi–Meduri

Lutfi Hanafi • Selasa, 7 April 2026 | 10:05 WIB
KUNJUNGAN LAPANGAN : Tim Kementerian PPN/Bappenas melakukan peninjauan ulang Sungai Meduri Pekalongan untuk cek penanganan banjir rob, Senin 6 April 2026. (LUTFI HANAFI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
KUNJUNGAN LAPANGAN : Tim Kementerian PPN/Bappenas melakukan peninjauan ulang Sungai Meduri Pekalongan untuk cek penanganan banjir rob, Senin 6 April 2026. (LUTFI HANAFI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Ancaman banjir dan rob yang terus berulang di wilayah Pantai Utara (Pantura) kembali menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

Kementerian PPN/Bappenas melakukan peninjauan ulang (revisit) rencana penanganan banjir rob di Kota Pekalongan yang fokus utamanya sistem pengendalian Sungai Bremi–Meduri.

Kunjungan lapangan dilakukan langsung oleh tim Kedeputian Infrastruktur Bappenas di kawasan Jembatan Bremi, Senin 6 April 2026.

Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, turut mendampingi dalam agenda strategis tersebut.

“Revisit ini untuk merumuskan solusi lebih terintegrasi untuk mengatasi persoalan banjir pesisir yang selama ini berdampak luas,” kata Pelaksana Tugas Direktur Sumber Daya Air Bappenas, Juari.

Revisit ini penting untuk memastikan efektivitas program dalam menekan risiko banjir rob yang kerap berulang dan merugikan masyarakat. Intinya mengevaluasi kembali perencanaan infrastruktur yang telah ada.

“Untuk sistem Bremi, ada dua alternatif yang sedang kami kaji. Yaitu pembangunan bendung gerak, kolam retensi, atau kombinasi keduanya. Ini masih dalam tahap evaluasi dan akan disesuaikan dengan kondisi terkini,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya memutus dampak ekonomi akibat banjir yang terus terjadi di kawasan strategis Pantura.

Oleh karena itu, penanganan dilakukan secara kolaboratif antara Bappenas, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta pemerintah daerah.

Meski demikian, Juari belum dapat memastikan kapan proyek tersebut mulai direalisasikan. Sebab, seluruh rencana masih dalam tahap kajian dan akan dilaporkan kepada pimpinan untuk menentukan prioritas program.

“Ini masih proses perencanaan. Nanti akan kami laporkan ke pimpinan. Jika disetujui menjadi prioritas, baru bisa dijalankan,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menyambut positif langkah revisit tersebut.

Upaya ini penting, mengingat banjir rob tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Dengan adanya evaluasi ulang ini, kata Balgis, Pemkot Pekalongan berharap lahir solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Tentu penanganan banjir rob di Pekalongan tidak lagi bersifat sementara, tapi memberikan dampak jangka panjang bagi ketahanan wilayah pesisir setempat. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #banjir #Sungai Bremi #sungai Meduri