Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ajak Pelajar Kota Pekalongan Cerdas dan Bijak Pakai AI Tanpa Ketergantungan

Lutfi Hanafi • Jumat, 10 April 2026 | 18:22 WIB
BERI MOTIVASI : Kapolres Pekalongan Kota, Riki Yariandi memberikan motivasi kepada pelajar saat pelatihan “AI READY ASEAN” di Aula Mapolres Pekalongan Kota, Kamis 9 April 2026. (DOK. POLRES PEKALONGAN KOTA)
BERI MOTIVASI : Kapolres Pekalongan Kota, Riki Yariandi memberikan motivasi kepada pelajar saat pelatihan “AI READY ASEAN” di Aula Mapolres Pekalongan Kota, Kamis 9 April 2026. (DOK. POLRES PEKALONGAN KOTA)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan  – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, ratusan pelajar SMA dan SMK di Kota Pekalongan diajak mengenal kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), tetapi bijak dalam menggunakannya.

Harapannya, pelajar tidak menjadikan AI sebagai alat instan yang justru mengurangi kemampuan berpikir kritis.

Ajakan ini mengemuka dalam pelatihan bertajuk “AI READY ASEAN” yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa Polres Pekalongan Kota, Kamis 9 April 2026.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Polres Pekalongan Kota dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) dalam upaya meningkatkan literasi digital di kalangan generasi muda.

Kapolres Pekalongan Kota, Riki Yariandi menegaskan, pelajar sebagai generasi Z memiliki peran strategis dalam menghadapi era digital yang semakin kompleks.

Menurutnya, teknologi AI kini telah merambah hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari pendidikan hingga dunia kerja.

“Ini bentuk kepedulian kami terhadap masa depan generasi muda. Mereka harus siap menghadapi perkembangan teknologi, termasuk AI,” ujarnya.

Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, penggunaan AI juga menyimpan potensi risiko jika tidak disikapi secara bijak.

“Gunakan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti berpikir. Tetap harus kritis, selektif, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi dasar tentang AI, tetapi juga diajak memahami dampak penggunaan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari, termasuk potensi penyebaran hoaks di ruang digital.

Salah satu peserta, Karida Angel mengaku, pelatihan ini membuka wawasan baru yang relevan dengan kebutuhan pelajar saat ini. Ia merasa lebih memahami bagaimana memanfaatkan AI secara positif.

“Seru dan menambah ilmu. Jadi tahu bagaimana menggunakan AI dengan benar,” katanya.

Tak hanya soal teknologi, pelatihan ini juga menanamkan pentingnya etika digital. Pelajar diharapkan tidak hanya menjadi pengguna aktif, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan produktif.

"Dengan sinergi antara aparat, komunitas, dan dunia pendidikan, Kota Pekalongan diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang adaptif, cerdas, serta bertanggung jawab dalam menghadapi era digital," tutupnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#pelajar Kota Pekalongan #bijak gunakan AI #Mafindo #Polres Pekalongan Kota #Artifical Intelligence