METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Ancaman penyakit campak dan rubella belum sepenuhnya hilang.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan kembali mengingatkan masyarakat agar waspada dan tidak lengah, terutama dalam melindungi anak-anak dan kelompok rentan dari risiko penularan.
Programmer Imunisasi Dinkes Kota Pekalongan, Samsiyah Ratnawati menuturkan, campak memiliki tanda-tanda khas yang dapat dikenali sejak awal.
Salah satu ciri yang paling mudah terlihat adalah munculnya ruam atau bintik merah yang biasanya diawali dari belakang telinga, kemudian menyebar ke leher hingga seluruh tubuh.
“Selain bitnik merah, penderita biasanya mengalami demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Ini yang perlu diwaspadai sejak dini,” ujarnya pada Jumat 17 April 2026.
Menurutnya, campak bukan sekadar penyakit ringan. Jika tidak ditangani dengan tepat, virus ini dapat memicu komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru atau bronkopneumonia, bahkan berujung pada kematian. Terutama pada anak-anak yang belum memiliki kekebalan tubuh yang cukup.
Ia menjelaskan, fase gejala campak umumnya berlangsung sekitar enam hari. Dalam kurun waktu tersebut, penanganan medis yang cepat sangat menentukan proses pemulihan pasien.
“Segera periksakan ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang sesuai. Pada anak, biasanya juga diberikan vitamin A untuk membantu pemulihan,” jelasnya.
Sementara itu, rubella kerap dianggap lebih ringan karena gejalanya tidak seberat campak. Namun, risiko yang ditimbulkan justru sangat berbahaya bagi ibu hamil. Infeksi virus ini dapat berdampak serius pada janin yang dikandung.
“Jika ibu hamil terinfeksi, virus bisa menyerang janin dan menyebabkan kelainan seperti katarak, gangguan jantung, hingga cacat bawaan,” ungkapnya.
Campak sendiri dikenal sebagai penyakit menular yang mudah menyebar melalui percikan batuk atau bersin.
Karena itu, kewaspadaan menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran yang lebih luas di lingkungan masyarakat.
Dinkes Kota Pekalongan menegaskan, langkah pencegahan paling efektif adalah dengan melengkapi imunisasi sesuai jadwal.
Selain itu, masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak maupun rubella.
"Dengan meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan bersama, kami harapkan potensi penyebaran penyakit ini dapat ditekan. Dengan demikian, kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil, tetap terjaga," tandasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla