METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) menggelar bakti sosial yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari sembako murah hingga layanan potong rambut gratis.
Ini merupakan aksi kepedulian lintas iman ditunjukkan para penggiat gereja di Kota Pekalongan.
Kegiatan itu digelar di Kawasan Taman Slamaran Indah, Kelurahan Krapyak, Jumat 17 April 2026, langsung diserbu warga sejak pagi.
Bahkan sebelum acara resmi dibuka, ratusan masyarakat sudah memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai layanan yang disediakan. Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid memberikan apresiasi Bamagnas.
“Ini luar biasa. Ada sembako murah, pakaian gratis, potong rambut, pijat gratis, pengobatan gratis, hingga bantuan gizi untuk anak-anak stunting. Ini bentuk nyata kepedulian,” kata wali kota yang hadir langsung.
Tak sekadar kegiatan sosial biasa, baksos ini menjadi momentum penting dalam upaya penanganan stunting di wilayah tersebut.
Secara simbolis, wli kota yang akrab disapa Mas Aaf ini turut menyerahkan bantuan berupa susu, telur, dan asupan gizi lainnya bagi anak-anak stunting.
Berdasarkan data Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, jumlah anak stunting di Kelurahan Krapyak masih ada 108 anak. Angka ini cukup tinggi dan membutuhkan perhatian bersama.
“Peran masyarakat sangat penting, terutama ibu hamil agar rutin memeriksakan kesehatan di Puskesmas. Minimal empat kali selama masa kehamilan,” imbuhnya.
Lebih dari sekadar bantuan, kegiatan ini memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong tanpa memandang latar belakang.
“Inilah wajah Kota Pekalongan. Kita tidak melihat perbedaan, tapi bagaimana bisa saling membantu,” tegas Mas Aaf.
Ketua DPD Bamagnas Kota Pekalongan, Pdm. Otniel Eka Putra menjelaskan, kegiatan ini merupakan aksi sosial perdana sejak organisasi tersebut terbentuk pada Januari 2026. Sebanyak 19 gereja terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini.
“Kami ingin menjadi berkat bagi kota. Ini murni dari kebersamaan gereja-gereja yang bersatu, iuran bersama, dan kerja bersama,” jelasnya.
Dalam baksos tersebut, warga dapat menebus paket sembako hanya dengan Rp 50.000, dari harga normal Rp 75.000.
Paket tersebut berisi beras, minyak goreng, gula, dan mi instan. Selain itu, tersedia juga telur murah serta bantuan khusus bagi anak stunting berupa susu, telur rebus, dan bubur kacang hijau.
Tak hanya itu, layanan kesehatan gratis seperti pemeriksaan umum dan cek gula darah, hingga pijat dan potong rambut gratis, turut menjadi daya tarik utama kegiatan ini.
Tingginya antusiasme warga menjadi bukti bahwa kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan. Bamagnas berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa di wilayah lain di Kota Pekalongan.
“Ke depan, kami akan terus hadir melayani masyarakat dalam berbagai bentuk kegiatan sosial,” pungkas Otniel. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla