METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Panen melon dan telur omega yang digelar di lingkungan Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Selasa 21 April 2026, tak sekadar kegiatan rutin.
Tapi mengajak masyarakat ikut membudidayakan komoditas bernilai ekonomis melalui gerakan PKK.
Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya memimpin langsung panen melon jenis Inthanon yang dikenal berwarna kuning dan memiliki rasa manis.
Meski ukurannya relatif kecil, melon ini dinilai potensial untuk dikembangkan karena masa tanamnya tergolong singkat.
“Dari tanam sampai panen hanya sekitar 65 hari. Ini bisa jadi penyemangat bagi PKK, khususnya Pokja 3, dalam mendukung ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.
Menurut Inggit, hasil panen ini diharapkan tidak berhenti di lingkungan dinas, tetapi dapat menjadi contoh nyata yang ditularkan kepada masyarakat.
Selain melon, pihaknya juga memanen telur omega yang memiliki kandungan protein lebih tinggi dibanding telur biasa.
Telur omega tersebut secara rutin disalurkan ke kelurahan dengan angka stunting tinggi sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi anak.
“Setiap minggu kami distribusikan untuk membantu anak-anak yang membutuhkan,” tambahnya.
Kepala Dinperpa Kota Pekalongan Lili Sulistyawati menegaskan, program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan PKK dalam memanfaatkan lahan terbatas menjadi produktif.
Dinperpa juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin belajar budidaya secara langsung.
“Kami hanya memberikan contoh. Jika masyarakat tertarik, silakan datang, kami siap memberikan edukasi mulai dari teknik tanam hingga pengelolaan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, budidaya melon di Dinperpa telah dilakukan beberapa kali panen, meskipun hasil kali ini belum maksimal akibat kendala teknis saat pemindahan tanaman. Namun secara umum, komoditas ini tetap menjanjikan dari sisi pasar.
Ke depan, pengembangan akan diperluas melalui pembangunan greenhouse melon di beberapa titik dengan dukungan kemitraan.
Selain itu, Dinperpa juga tengah menyiapkan budidaya anggur sebagai alternatif komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Tak hanya tanaman, sektor peternakan juga dikembangkan, termasuk produksi telur omega melalui pengaturan pakan khusus pada ayam petelur. Inovasi ini dinilai dapat diterapkan masyarakat dengan skala rumah tangga.
Dengan kolaborasi bersama PKK, Pemkot Pekalongan berharap program ini mampu mendorong masyarakat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru.
“Harapannya masyarakat bisa meniru, mengembangkan, dan merasakan manfaat ekonominya,” pungkas Lili. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla