METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Suasana peringatan Hari Kartini di MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan pada Selasa 21 April 2026 terasa berbeda.
Tidak sekadar merayakan semangat emansipasi, momen ini juga dimanfaatkan untuk memacu literasi kesehatan pelajar lewat program Duta Muda EduTour yang digelar oleh BPJS Kesehatan.
Kegiatan inspiratif ini menghadirkan Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan sekaligus Kedeputian Wilayah VI, Nadi Pertiwi.
Di hadapan ratusan siswa, Nadi mengajak generasi muda, khususnya pelajar boarding school atau anak rantau, untuk melek pentingnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak dini.
Dalam pemaparannya, Nadi menegaskan bahwa kesehatan adalah aset tak ternilai yang kerap disepelekan saat tubuh sedang bugar.
Ia mengingatkan, risiko jatuh sakit bisa mengintai kapan saja, sehingga memiliki perlindungan kesehatan adalah hal mutlak yang tak boleh ditunda.
“Sering kali kita merasa masih muda dan sehat, sehingga menganggap belum perlu jaminan kesehatan. Padahal, kita tidak pernah tahu kapan sakit datang. Program JKN hadir untuk memberikan perlindungan dan rasa aman,” ujar Nadi.
Tak sekadar teori, Nadi juga membekali para siswa dengan kepraktisan era digital melalui Aplikasi Mobile JKN.
Ia membeberkan segudang kemudahan dalam genggaman, mulai dari mengambil antrean online faskes, mengecek status kepesertaan, hingga melakukan skrining kesehatan secara mandiri.
Antusiasme siswa pun pecah. Mereka aktif berinteraksi dan berbagi pengalaman terkait layanan BPJS Kesehatan.
Salah satunya diungkapkan oleh Intan Nur Aini. Siswi ini menilai edukasi JKN membuka wawasan baru yang krusial bagi pelajar yang tinggal jauh dari orang tua di asrama.
Intan menuturkan, tak sedikit temannya yang belum paham menyeluruh soal Program JKN dan cara kerja layanan digitalnya.
Namun, pengalaman pribadinya saat sakit di perantauan sukses membuktikan betapa vitalnya jaminan kesehatan.
“Saya sudah merasakan manfaatnya. Saat sakit, meskipun keluarga saya berada di Bogor, saya tetap bisa memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan di puskesmas terdekat dan langsung ditangani tanpa perbedaan pelayanan serta tanpa biaya. Saya juga menggunakan antrean online, sehingga tidak perlu menunggu lama,” ungkap Intan.
Di tempat yang sama, perwakilan guru MAN IC Pekalongan, Reni Dwi Prastiwi, memberikan apresiasi tinggi terhadap program EduTour ini.
Menurut Reni, ini adalah sarana edukasi aplikatif yang menuntut siswa boarding school untuk lebih mandiri, terutama dalam menangani kondisi darurat kesehatan tanpa harus panik menunggu orang tua.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Sri Mugirahayu, menegaskan bahwa Duta Muda EduTour adalah strategi jemput bola untuk memperluas penetrasi literasi JKN di kalangan Gen-Z.
Ia berharap para pelajar tak sekadar paham, tapi juga ikut bergerak mengedukasi masyarakat.
“Kami ingin generasi muda lebih peduli terhadap kesehatan dan memahami pentingnya jaminan kesehatan. Harapannya, mereka bisa menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi positif tentang JKN, baik di sekolah maupun di keluarga,” jelasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla