METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Sebanyak 455 tenaga kesehatan (nakes) di rumas sakit pemerintah serentak melakukan suntik vaksin campak di RSUD Bendan.
Hal ini untuk mencegah penularan penyakit campak bagi petugas yang memiliki kontak tinggi dengan pasien.
Programmer Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, Samsiyah Ratnawati, mengungkapkan, vaksinasi telah dilaksanakan pada 20–21 April 2026 lalu di RSUD Bendan.
Ratusan nakes tersebut dalam tahap awal ini, meliputi tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga peserta internship yang bekerja di rumah sakit pemerintah dan belum pernah mendapatkan imunisasi Measles-Rubella (MR) atau baru menerima satu dosis sepanjang hidupnya.
Menurut Samsiyah, vaksinasi ini bukan hanya untuk melindungi individu nakes, tetapi untuk membentengi dalam memutus rantai penularan campak di lingkungan rumah sakit.
“Jika petugas kesehatan sudah memiliki kekebalan, mereka tidak akan mudah tertular maupun menularkan kepada pasien. Ini menjadi kunci dalam melindungi masyarakat, terutama pasien yang rentan,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu 29 April 2026.
Ia menegaskan, perlindungan terhadap nakes akan berdampak langsung pada keselamatan pasien dan masyarakat luas, terutama mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah.
Namun demikian, pelaksanaan vaksinasi masih menghadapi kendala teknis, terutama karena sistem kerja shift tenaga kesehatan.
Jadwal vaksinasi yang berlangsung pagi hingga siang hari membuat belum seluruh sasaran bisa terjangkau.
“Kami akan mengintensifkan pelaksanaan ke depan agar seluruh tenaga kesehatan yang menjadi sasaran bisa mendapatkan vaksin,” ujarnya.
Saat ini, vaksinasi campak masih difokuskan pada nakes di rumah sakit pemerintah. Untuk tenaga kesehatan di puskesmas belum masuk sasaran, sementara rumah sakit swasta masih menunggu arahan lanjutan dari Kementerian Kesehatan.
Sementara itu, vaksinasi bagi masyarakat umum juga belum dapat dilakukan karena keterbatasan stok vaksin. Dinkes memprioritaskan kelompok berisiko tinggi terlebih dahulu, mengingat adanya kasus campak berat hingga kematian yang terjadi di lingkungan rumah sakit.
“Ketika tenaga kesehatan sehat dan terlindungi, mereka bisa memberikan pelayanan optimal tanpa risiko menularkan penyakit. Ini bagian dari upaya kami menjaga keselamatan bersama,” tutupnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla