Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Anggaran Terbatas, Pemkot Pekalongan Tetap Gerakkan Padat Karya Bersihkan Sungai Demi Cegah Banjir

Lutfi Hanafi • Kamis, 25 Juni 2026 | 21:32 WIB
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan
BERSIHKAN SUNGAI - Petugas saat bersihkan sungai Asem Binatur yang sedimentasinya cukup tinggi yang penuh dengan tanah dan rumputi liar di Medono Kota Pekalongan, Kamis (25/6/2026).
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan BERSIHKAN SUNGAI - Petugas saat bersihkan sungai Asem Binatur yang sedimentasinya cukup tinggi yang penuh dengan tanah dan rumput liar di Medono Kota Pekalongan, Kamis (25/6/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di tengah keterbatasan anggaran yang berdampak pada berkurangnya jumlah tenaga padat karya tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan tetap berupaya menjaga fungsi sungai sebagai salah satu langkah antisipasi banjir. 

Melalui program padat karya, sedimentasi dan tumpukan sampah di Sungai Asem Binatur, Kelurahan Medono, dibersihkan secara bertahap agar aliran air kembali lancar.

Kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid saat meninjau lokasi pekerjaan pada Kamis 25 Juni 2026.

Di sepanjang aliran sungai, puluhan warga tampak bergotong royong mengangkat lumpur, sampah, dan tanaman liar yang selama ini menyebabkan pendangkalan.

Kondisi sungai yang semakin dangkal dinilai berpotensi meningkatkan risiko genangan hingga banjir saat curah hujan tinggi.

Wali Kota Pekalongan yang akrab disapa Mas Aaf ini mengapresiasi semangat warga dan seluruh pihak yang tetap berpartisipasi meskipun program tahun ini dijalankan dengan sumber daya yang lebih terbatas.

“Penanganan sungai tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu kepedulian dan keterlibatan masyarakat agar sungai tetap bersih dan berfungsi optimal. Semangat gotong royong seperti ini sangat penting untuk menjaga lingkungan kita,” kata Mas Aaf.

Menurutnya, normalisasi sungai harus dilakukan secara berkelanjutan. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan anggaran yang berimbas pada berkurangnya jumlah tenaga yang dapat dilibatkan dalam kegiatan padat karya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, mengungkapkan bahwa pelaksanaan padat karya tahun 2026 memang tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya karena adanya penyesuaian anggaran.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya jumlah peserta bisa mencapai puluhan hingga lebih banyak, tahun ini hanya 15 warga Kelurahan Medono yang dilibatkan, didukung 10 tenaga teknis dari DPUPR dan pihak kelurahan.

“Keterbatasan anggaran membuat jumlah personel padat karya berkurang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Namun kegiatan tetap kami jalankan karena kebutuhan normalisasi sungai sangat mendesak, terutama untuk mengurangi potensi banjir di kawasan ini,” jelas Betty.

Program padat karya berlangsung selama enam hari, mulai 22 hingga 27 Juni 2026. Pembersihan difokuskan pada sepanjang 200 meter aliran Sungai Asem Binatur, terdiri atas 50 meter ke arah selatan dan 150 meter ke arah utara dari jembatan kelurahan.

Betty menuturkan, endapan lumpur yang cukup tebal selama ini mengurangi kapasitas tampung sungai.

Karena itu, pembersihan diharapkan dapat memperluas area tangkapan air sekaligus memperlancar aliran ketika musim penghujan tiba.

“Meski jumlah pekerja lebih sedikit, target utama tetap sama, yakni mengurangi sedimentasi agar kapasitas sungai meningkat dan risiko genangan dapat ditekan,” katanya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Sungai Asem Binatur #Medono #Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid #Walikota Aaf #pekalongan