METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum maupun Badan Narkotika Nasional (BNN). Di Kota Pekalongan, upaya memutus mata rantai peredaran narkotika dinilai membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama relawan yang memiliki kepedulian terhadap gerakan anti narkoba demi melindungi generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, yang menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas, mengingat Kota Pekalongan masih termasuk daerah dengan tingkat peredaran narkoba yang cukup tinggi di Jawa Tengah.
Menurutnya, sasaran utama yang harus mendapat perlindungan adalah para pelajar. Jangan sampai lingkungan pendidikan menjadi pintu masuk peredaran maupun penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan generasi penerus bangsa.
"Kota Pekalongan Alhamdulillah memiliki para penggiat pencegahan dan pemberantasan narkoba. Kita harus membentengi generasi penerus agar narkoba tidak sampai masuk ke sekolah-sekolah. Mudah-mudahan angka peredarannya bisa terus kita tekan," ujar Aaf, pada Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, berbagai langkah pencegahan terus dilakukan Pemerintah Kota Pekalongan bersama para pegiat anti narkoba. Salah satunya melalui kegiatan edukasi dan kunjungan ke rumah rehabilitasi di Yogyakarta untuk mempelajari secara langsung proses penanganan korban penyalahgunaan narkoba.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal dalam menyusun strategi pencegahan sekaligus memperkuat sistem rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan.
Namun demikian, Aaf mengakui bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam upaya pemberantasan narkoba. Karena itu, keberhasilan memerangi narkotika tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah atau BNN.
Baca Juga: Sekda Yulian Akbar Bantah Isu Penjegalan Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pemkab Pekalongan
Menurutnya, dibutuhkan gerakan bersama yang melibatkan masyarakat, tokoh lingkungan, komunitas, lembaga pendidikan, hingga relawan antinarkoba agar upaya pencegahan berjalan lebih masif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
"Persoalan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Semakin banyak relawan yang peduli dan ikut bergerak memberikan edukasi serta pengawasan, semakin besar peluang kita menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika," tegasnya.
Pemerintah Kota Pekalongan berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, relawan, keluarga, dan masyarakat dapat menjadi benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Dengan keterlibatan semua pihak, pelajar sebagai generasi penerus diharapkan tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman narkotika.
Selain memperkuat edukasi dan pencegahan, Pemerintah Kota Pekalongan juga membuka peluang pengembangan fasilitas rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba. Aaf memastikan, apabila seluruh persiapan telah matang dan memenuhi ketentuan yang berlaku, pemerintah siap memberikan dukungan penuh.
"Kalau semua memungkinkan dan sudah siap, pasti akan kita jalankan," katanya.(han/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto