METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada sejumlah agenda daerah, termasuk Pemilihan Duta Wisata (Duwis) Kota Pekalongan Tahun 2026. Ajang tahunan yang selama ini menjadi wadah lahirnya generasi muda promotor pariwisata tersebut dipastikan tidak digelar tahun ini.
Meski demikian, Pemerintah Kota Pekalongan memastikan langkah pembinaan calon duta wisata tidak berhenti. Melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dinparbudpora), proses pencarian wakil terbaik untuk mengikuti Duta Wisata Jawa Tengah tetap dilakukan melalui mekanisme seleksi internal.
Kepala Bidang Pariwisata Dinparbudpora Kota Pekalongan, Retno Purnomo atau yang akrab disapa Ipung, menjelaskan peniadaan ajang Duwis 2026 murni dilakukan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah.
Peniadaan Duta Wisata Kota Pekalongan 2026 menjadi salah satu konsekuensi kebijakan efisiensi anggaran. Namun, pemerintah memastikan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata tetap dijaga agar Kota Pekalongan tetap mampu bersaing dan dikenal luas melalui para duta wisatanya.
"Pemilihan Duta Wisata Kota Pekalongan tahun ini memang tidak dilaksanakan karena efisiensi anggaran. Namun kami tetap mempersiapkan perwakilan terbaik apabila Duta Wisata Jawa Tengah kembali diselenggarakan," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, calon wakil Kota Pekalongan tidak harus berasal dari juara Duta Wisata 2025. Dinparbudpora akan melakukan seleksi internal bersama Asosiasi Duta Wisata (Adwika) Kota Pekalongan untuk memilih anggota yang dinilai paling siap, berkompeten, dan memenuhi seluruh kriteria.
Langkah tersebut dinilai lebih efektif di tengah keterbatasan anggaran, sekaligus memastikan Kota Pekalongan tetap memiliki representasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi.
Hingga kini, jadwal pelaksanaan Duta Wisata Jawa Tengah masih menunggu informasi resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kendati demikian, pembinaan terhadap anggota Adwika terus dilakukan agar sewaktu-waktu siap mengikuti proses seleksi maupun kompetisi.
Selain fokus pada persiapan tingkat provinsi, perhatian para duta wisata Kota Pekalongan juga masih tertuju pada sejumlah agenda lain. Salah satunya adalah kiprah salah satu Duta Wisata Kota Pekalongan 2025 yang tengah berjuang membawa nama daerah di ajang tingkat nasional.
Ipung menegaskan, meski kompetisi tingkat kota ditiadakan, komitmen pemerintah dalam membina generasi muda sebagai wajah promosi pariwisata Kota Pekalongan tidak akan berhenti.
"Pembinaan dan pengembangan kapasitas para duta wisata tetap berjalan secara berkelanjutan. Kami ingin mereka tetap menjadi bagian dari promosi pariwisata dan budaya Kota Pekalongan, meskipun tahun ini tidak ada pemilihan tingkat kota," pungkasnya.(han/dit)