Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bong Cino Kuripan Jadi Arena Bermain Layang-Layang

Magang • Rabu, 1 Juli 2026 | 22:01 WIB
MAIN LAYANG-LAYANG : Bong China di Kelurahan Kuripan Lor, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, menjadi pusat keramaian warga setiap sore. (MOCH. FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
MAIN LAYANG-LAYANG : Bong Cino di Kelurahan Kuripan Lor, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, menjadi pusat keramaian warga untuk bermain layang layang setiap sore. (MOCH. FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

 

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Kawasan Makam Kuripan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bong Cino di Kelurahan Kuripan Lor, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, mendadak menjadi pusat keramaian warga setiap sore.

 

Sejak pukul 16.00 WIB hingga menjelang Maghrib, lokasi tersebut dipadati anak-anak, remaja, pemuda, hingga orang dewasa yang datang untuk bermain layang-layang.

 

Hamparan area terbuka di sekitar lokasi dimanfaatkan warga untuk menerbangkan berbagai jenis layang-layang.

 

Aktivitas ini menciptakan suasana meriah dan menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang menghabiskan waktu sore bersama keluarga maupun teman.

 

Selain ramainya para pemain layang-layang, sejumlah pedagang juga terlihat menjajakan layang-layang dengan harga terjangkau.

 

Satu layang-layang dijual seharga Rp 2.000, sementara pembeli bisa mendapatkan tiga layang-layang hanya dengan Rp 5.000.

 

Seorang pedagang layang-layang di sekitar area Makam Kuripan, Ahmad mengaku, keramaian tersebut memberikan dampak positif terhadap penjualannya.

 

Ia mengatakan, setiap sore sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga menjelang Maghrib, banyak anak bersama orang tua maupun para remaja membeli layang-layang sebelum bermain di sekitar makam.

 

"Kalau sore seperti ini memang ramai, terutama saat cuaca cerah. Yang paling banyak dicari layang-layang ukuran kecil seharga Rp 2.000 per buah. Ada juga paket Rp 5.000 dapat tiga buah, cukup laris karena lebih hemat saat diterbangkan. Alhamdulillah, ramai terus. Apalagi kalau hari Minggu atau Jumat sore” ujar Ahmad.

 

Harga murah tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi anak-anak dan remaja untuk ikut meramaikan lokasi.

 

Banyak pengunjung membeli beberapa layang-layang sekaligus, sebelum menerbangkannya di area sekitar makam.

 

Seorang pemuda yang tengah bermain layang-layang di kawasan Makam Kuripan, Sidik, sengaja datang hampir setiap sore.

 

Lokasi tersebut memang memiliki area terbuka dengan hembusan angin yang cukup mendukung untuk menerbangkan layang-layang.

 

Menurutnya, aktivitas tersebut menjadi hiburan murah sekaligus ajang berkumpul bersama teman-teman.

 

"Hampir setiap sore saya main di sini kalau cuacanya mendukung. Tempatnya luas, anginnya juga bagus, jadi enak buat main layang-layang. Selain itu, bisa kumpul bareng teman-teman dan melepas penat setelah beraktivitas bekerja," kata Sidik.

 

Keramaian biasanya mulai terlihat sejak pukul 16.00 WIB dan terus meningkat hingga menjelang azan Maghrib.

 

Setelah itu, para pengunjung secara bertahap meninggalkan lokasi dan suasana kembali normal.

 

Fenomena ini menunjukkan eksistensi permainan tradisional layang-layang tetap ada, meski gadget menawarkan banyak games.

 

Minat masyarakat, masih sangat tinggi, terutama sebagai alternatif hiburan murah yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia.

 

Kawasan Bong Cino kini menjadi salah satu titik kumpul warga menikmati suasana sore sambil melestarikan permainan tradisional yang telah dikenal sejak lama. (moch.falahuddin/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#bermain layang layang #kota pekalongan #Kuripan #Wisata Gratis #bong cino