Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Capaian BPJS Kesehatan Lindungi 282,7 Juta Jiwa, Tingkat Keaktifan Peserta di Pekalongan Jadi Sorotan

Riyan Fadli • Jumat, 3 Juli 2026 | 15:25 WIB
ilustrasi keaktifan perserta BPJS Kesehatan
ilustrasi keaktifan perserta BPJS Kesehatan

 

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Jumlah peserta Program JKNBPJS Kesehatan Cabang Pekalongan mencatatkan angka yang melampaui rata-rata nasional. Tingginya kepesertaan nasional berbanding lurus dengan capaian di tingkat daerah. Berdasarkan data per 31 Mei 2026, cakupan Universal Health Coverage (UHC). 

Kabupaten Pekalongan memimpin dengan persentase cakupan tertinggi mencapai 100,38 persen. Disusul oleh Kabupaten Pemalang sebesar 99,89 persen, Kota Pekalongan di angka 99,46 persen, dan Kabupaten Batang sebesar 99,24 persen. 

"Sangat berpengaruh, terutama pada akses pelayanan. Peserta yang non-aktif tentu tidak bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kami meminta bantuan dan mendorong berbagai pihak. Untuk peserta mandiri yang non-aktif (PBPU Mandiri), kami imbau untuk segera mengaktifkan kembali kepesertaannya," kata M. Idar Aries Munandar, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan.

Kendati cakupan kepesertaan di daerah nyaris sempurna, lanjut Idar, tingkat keaktifan peserta terhadap Target Peserta Aktif (APC) masih menjadi tantangan utama. Jika secara nasional pemanfaatan layanan mencapai 1,9 juta per hari, tingkat keaktifan peserta di wilayah KC Pekalongan rata-rata baru menyentuh angka 71,59 persen.

Baca Juga: Keaktifan Peserta JKN BPJS Kesehatan Pekalongan Tertinggi, Mencapai 71,59 Persen

Tercatat, hanya Kota Pekalongan yang berhasil melampaui target keaktifan, yakni 101,03 persen. Sementara tiga wilayah lainnya masih harus mengejar target, yakni Kabupaten Batang dengan keaktifan 71,07 persen, Kabupaten Pemalang 68,99 persen, dan Kabupaten Pekalongan dengan 64,85 persen.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menambahkan, pihaknya berkomitmen dalam menjaga amanah dana publik melalui prinsip transparansi.

“Di sisi lain, terdapat berbagai tantangan ke depan yang perlu dihadapi bersama, khususnya dalam menjaga keberlanjutan finansial Program JKN, meningkatkan kualitas layanan, memperluas kepesertaan aktif, dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat Program JKN dapat terus dirasakan oleh masyarakat,” ucap Stevanus.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito menyampaikan, Secara nasional, hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta Program JKN telah menembus 282,7 juta jiwa atau merepresentasikan 98,62 persen dari total populasi penduduk Indonesia.

Baca Juga: Ada Persoalan Kesehatan Mental?, Langsung Hubungi Layanan Online Psikolog Gratis (Logis) Melalui Aplikasi JNN Ext 2

 "Program JKN bukan sekadar memberikan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya SDM Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Ketika masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terbebani biaya yang besar, mereka dapat terus berkarya, meningkatkan produktivitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,"  jelas Pujo dalam kegiatan Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (2/7).

Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membuktikan peran krusialnya sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Secara nasional, program ini sukses memperluas akses layanan kesehatan dengan tata kelola keuangan yang sehat. Tren positif ini juga tergambar kuat di daerah, meski menyisakan pekerjaan rumah terkait tingkat keaktifan peserta. (yan/dit)

 

 

 

 

 

 

 

 

(yan)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#Program JKNBPJS Kesehatan #kabupaten Pekalongan #universal health coverage (uhc) #kesehatan #bpjs kesehatan