Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Taman Sorogenen Belum Tersentuh Perawatan, Kini Jadi Taman Rumput Liar

Magang • Senin, 6 Juli 2026 | 18:02 WIB
 
BUTUH PERHATIAN : Taman Sorogenen Kota Pekalongan dulunya lapangan terbuka yang biasa digunakan warga untuk berolahraga, termasuk main sepak bola. (SALWA NAJAHA/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
BUTUH PERHATIAN : Taman Sorogenen Kota Pekalongan dulunya lapangan terbuka yang biasa digunakan warga untuk berolahraga, termasuk main sepak bola. (SALWA NAJAHA/JAWA POS METRO PEKALONGAN

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan Taman Sorogenen Kota Pekalongan masih sempat dijadikan tempat penampungan pedagang korban kebakaran, kini sudah dikosongkan. Namun kondisinya masih belum tertata sebagai taman, bahkan masih tampak memprihatinkan.

Kini para pedagang direlokasi ke Pasar Banjarsari. Namun area tersebut masih dibiarkan tak terawat, ditumbuhi rumput dan tanaman liar yang terus meninggi di berbagai sudut.

Sebelum berubah menjadi kawasan pasar, Sorogenen merupakan lapangan terbuka yang biasa digunakan warga untuk berolahraga, termasuk main sepak bola.

Kemudian seiring dengan penataan tata ruang, lapangan tersebut diubah menjadi taman kota dengan fasilitas bermain anak-anak seperti ayunan dan jungkat jungkit.

Tukang becak, Warno, yang sudah lebih dari 20 tahun mangkal di taman tersebut mengatakan, dulu kawasan ini ramai orang. Ada yang bermain sepak bola sampai sekedar duduk duduk.

“Saya melihat seluruh perubahan, mulai dari lapangan terbuka sampai sekarang tak terawat,” kata Warno, Sabtu 4 Juli 2026.

Lebih lanjut, Warno menjelaskan, semenjak menjadi pasar, banyak masyarakat lebih mengenal Sorogenan sebagai Pasar Sorogenen, bukan lagi Taman Sorogenen. 

Namun yang tak berubah adalah tempat mangkal para pembecak dan sopir angkot. Bahkan ada pasar burung yang hanya buka setiap malam.

Kini setelah pedagang resmi di pindahkan ke pasar baru, Sorogenen justru menjadi kawasan yang tak terawat.

Tamanan liar tumbuh begitu tinggi, tembok-tembok bekas taman penuh lumut hingga tulisan Taman Sorogenen yang memudar warnanya.

Meskipun di berbagai sisi masih ada penjual yang memilih untuk tetap jualan di sana, rata-rata adalah pedagang makanan berat.

Danuri yang juga salah satu tukang becak disana, berharap Soregenen dikembalikan fungsinya sebagai taman.

Akan menyenangkan jika Taman Sorogenen dapat kembali berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Pekalongan.

Syukur-syukur kalau dibuat lapangan terbuka lagi. Menurut saya itu lebih bermanfaat buat masyarakat," katanya. (salwa.najaha/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #Sorogenen #relokasi pedagang