Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

TPST Mitra Brayan Resik Kini Olah 8 Ton Sampah per Hari, Warga Diajak Pilah Sampah dari Rumah agar Residu Berkurang

Lutfi Hanafi • Senin, 6 Juli 2026 | 18:05 WIB
OLAH SAMPAH : Pekerja di TPST Mitra Brayan Resik saat mengolah sampah kiriman warga Kota Pekalongan di Raya Simbang Wetan No.30, Kuripan, Kertoharjo, Pekalongan Selatan.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)
OLAH SAMPAH : Pekerja di TPST Mitra Brayan Resik saat mengolah sampah kiriman warga Kota Pekalongan di Raya Simbang Wetan No.30, Kuripan, Kertoharjo, Pekalongan Selatan.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Upaya meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Pekalongan mulai menunjukkan hasil. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mitra Brayan Resik kini mampu mengolah sekitar 8 ton sampah setiap hari, meningkat signifikan dibandingkan kapasitas awal operasional yang hanya sekitar 5 ton per hari.

Pengelola berharap peran aktif masyarakat dalam memilah sampah dari rumah dapat semakin meningkatkan efektivitas pengolahan sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Koordinator Lapangan TPST Mitra Brayan Resik, Tobiin, menjelaskan peningkatan kapasitas tersebut merupakan hasil dari pembenahan sistem pengelolaan yang terus dilakukan sejak fasilitas itu mulai beroperasi.

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Kawal Ketat Proyek OPD, Pastikan Pendampingan Dilakukan agar Pembangunan Tepat Sasaran

Baca Juga: Tak Sekadar Diasuransikan Saat KKN, Mahasiswa UIN Gus Dur Bantu Marbot Masjid Dapat BPJS Lewat Bank Sampah

Pada tahap awal, TPST mendapat dukungan melalui program kemitraan yang melibatkan 20 tenaga kerja bersama lima anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Setelah masa pendampingan berakhir pada September, pengelolaan sempat dialihkan kepada pihak ketiga sebelum akhirnya kembali berada di bawah kendali Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan sejak Januari 2026.

"Awalnya kami hanya mampu mengolah sekitar 5 ton sampah setiap hari. Alhamdulillah sekarang kapasitasnya meningkat menjadi sekitar 8 ton per hari," ujar Tobiin saat ditemui di TPST Mitra Brayan Resik Raya Simbang Wetan No.30, Kuripan, Kertoharjo, Pekalongan Selatan.

Tak hanya mengurangi timbunan sampah, TPST juga berupaya meningkatkan nilai ekonomi melalui proses pemilahan sampah anorganik. Berbagai jenis plastik seperti PP, HD, dan botol minuman dipisahkan untuk dijual kepada pengepul sebagai bahan baku daur ulang.

Meski demikian, hasil penjualan sampah anorganik tersebut masih belum maksimal. Saat ini, volume penjualan rata-rata baru mencapai sekitar 2 ton setiap bulan.

Baca Juga: Diancam Tetangga Hendak Dipukul, Warga Pemalang Lapor 110, Polisi Sat Set Datang Akhiri Konflik

Baca Juga: El Nino Ancam Kurangi Curah Hujan, BMKG Ajak Masyarakat Pekalongan Hemat Air dan Waspada Kekeringan

"Plastik jenis PP, HD, dan botol minuman kami kumpulkan lalu dijual ke pengepul. Hasilnya memang belum besar, rata-rata sekitar 2 ton per bulan," jelasnya.

Sementara untuk sampah organik, TPST terus mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi ramah lingkungan untuk mempercepat proses penguraian sekaligus mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke TPA.

Tobiin menilai pengelolaan sampah akan semakin optimal apabila didukung dengan pengoperasian kembali mesin insinerator yang saat ini belum difungsikan. Dengan fasilitas tersebut, residu sampah yang tidak dapat dimanfaatkan diharapkan bisa ditekan secara signifikan.

Namun menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga kesadaran masyarakat.

Ia mengajak warga mulai melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah, sehingga sampah organik dan anorganik tidak tercampur.

Langkah sederhana tersebut dinilai mampu mempercepat proses pengolahan, meningkatkan nilai jual sampah daur ulang, serta mengurangi beban petugas di TPST.

"Kami berharap mesin insinerator bisa kembali beroperasi agar pengolahan sampah semakin maksimal dan residu yang dibuang ke TPA semakin sedikit. Yang tidak kalah penting, masyarakat juga diharapkan sudah memilah sampah sejak dari rumah agar proses pengolahan menjadi lebih mudah, cepat, dan efektif," pungkasnya.(han/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#TPST Mitra Brayan Resik #residu #pengolahan sampah #kota pekalongan #pilah sampah