ESI Kota Pekalongan Perkuat Pembinaan Atlet Esports, Gelar Wali Kota Cup Agustus 2026

Magang • Dipublikasikan Selasa, 7 Juli 2026 | 18:10 WIB
ILUSTRASI AI GEMINI
ILUSTRASI AI GEMINI

METROPEKALONGAN.COM, PekalonganEsports Indonesia (ESI) Kota Pekalongan terus memperkuat pembinaan atlet esports melalui berbagai program dan kompetisi.

Hal itu disampaikan Sekretaris ESI Kota Pekalongan, Rafid Fajri, pada Selasa 7 Juli 2026.

ESI yang berdiri sejak 2022, kemudian melakukan restrukturisasi kepengurusan pada 2024 dan resmi dilantik pada 2025 di bawah kepemimpinan Fuhuluddin, hadir sebagai organisasi yang menaungi cabang olahraga esports di Kota Pekalongan.

Organisasi ini bertujuan mencetak atlet berprestasi di era digital melalui pembinaan rutin, penyelenggaraan turnamen, serta persiapan menghadapi berbagai kejuaraan resmi hingga tingkat nasional.

Rafid Fajri menjelaskan bahwa kehadiran ESI Kota Pekalongan menjadi bukti bahwa esports kini telah berkembang menjadi cabang olahraga yang diakui secara resmi.

Bahkan, esports telah berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan dipertandingkan dalam berbagai ajang bergengsi, mulai dari Piala Wali Kota, Piala DPRD, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games hingga Asian Games.

"Dulu banyak yang menganggap esports hanya bermain game. Sekarang esports sudah menjadi cabang olahraga prestasi yang memiliki jenjang pembinaan dan kejuaraan resmi. Ini menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi," ujar Rafid.

Ia mengatakan, ESI Kota Pekalongan saat ini membina sejumlah cabang olahraga esports, di antaranya Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, eFootball, dan beberapa nomor pertandingan lainnya.

Sepanjang tahun lalu, ESI Kota Pekalongan telah sukses menyelenggarakan Piala ESI Kota Pekalongan dan Piala DPRD Kota Pekalongan.

Dalam waktu dekat, organisasi tersebut kembali bersiap menggelar Wali Kota Cup yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 sebagai salah satu agenda pembinaan atlet esports di Kota Pekalongan.

"Antusias peserta sangat tinggi. Saat pendaftaran Mobile Legends dibuka, peminatnya mencapai sekitar 300 orang sehingga kami harus membatasi kuota. Turnamen biasanya kami laksanakan di GOR Unikal karena fasilitasnya lebih nyaman dan ruangan ber-AC," jelasnya.

Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia menetapkan kuota peserta, yaitu 32 tim atau sekitar 160 atlet untuk Mobile Legends, 96 peserta Free Fire, serta 32 peserta eFootball pada penyelenggaraan turnamen terakhir.

Saat ini, sekretariat sementara ESI Kota Pekalongan masih berada di Kantor KONI Kota Pekalongan di kawasan Stadion Hoegeng.

Sementara untuk rapat koordinasi, pengurus sering memanfaatkan tempat-tempat yang lebih fleksibel seperti kafe, warmindo, maupun lokasi berkumpul lainnya guna membangun kekompakan antaranggota.

"Kami masih mengajukan pembangunan sekretariat baru kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Pekalongan agar ke depan memiliki tempat pembinaan yang lebih representatif," kata Rafid.

Selain menyelenggarakan kompetisi, ESI Kota Pekalongan juga rutin mengadakan Training Center (TC) setiap minggu sebagai persiapan menghadapi Porprov Jawa Tengah yang akan digelar pada Oktober 2026.

Saat ini ESI Kota Pekalongan memiliki 10 orang pengurus yang membidangi berbagai divisi. Sementara jumlah atlet yang telah terdata dan pernah mengikuti turnamen mencapai lebih dari 500 orang.

Menurut Rafid, keberadaan ESI tidak hanya menjadi wadah pembinaan atlet, tetapi juga memberikan motivasi melalui hadiah pembinaan yang cukup besar bagi para pemenang turnamen.

Meski demikian, masih terdapat beberapa kendala dalam pengembangan esports di Kota Pekalongan. Salah satunya adalah persoalan jaringan internet saat pertandingan berlangsung.

Untuk mengatasinya, peserta biasanya menggunakan penyedia layanan internet masing-masing. Selain itu, masih ada sebagian orang tua yang menganggap bermain gim hanya sebagai hiburan sehingga belum sepenuhnya memahami bahwa esports merupakan cabang olahraga prestasi.

"Harapan kami, masyarakat terutama orang tua dapat melihat bahwa esports memiliki jenjang prestasi seperti cabang olahraga lainnya. Atlet yang berprestasi di tingkat kota dapat mewakili daerah hingga tingkat provinsi bahkan nasional dan memperoleh penghargaan," ungkapnya.

Ke depan, ESI Kota Pekalongan akan memfokuskan persiapan Wali Kota Cup pada Agustus 2026 dan Porprov Jawa Tengah pada Oktober 2026.

Jika anggaran terbatas, pihaknya berharap setidaknya cabang yang paling diminati, seperti Mobile Legends, tetap dapat dipertandingkan agar pembinaan atlet terus berjalan dan prestasi esports Kota Pekalongan semakin berkembang. (moch.falahuddin/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
ESI Kota Pekalongan Wali Kota Cup Esport 2026 esport