METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus mempercepat modernisasi sektor pertanian dengan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada delapan kelompok tani. Selain meringankan biaya produksi, bantuan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) padi seluas 1.473 hektar pada 2026.
Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Walikota Pekalongan Hj Balgis Diab, di Aula Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Rabu (8/7/2026).
Menurut Balgis, penggunaan alsintan menjadi salah satu langkah strategis agar petani dapat mengolah lahan lebih cepat, efisien, dan hemat biaya. Modernisasi pertanian juga dinilai penting untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah tantangan perubahan iklim dan biaya produksi yang terus meningkat.
"Kami berharap bantuan ini dapat mengurangi biaya produksi, mempercepat proses tanam dan panen, serta meningkatkan hasil pertanian sehingga kesejahteraan petani juga ikut meningkat," ujarnya.
Baca Juga: Akses Pendidikan Merata, Anak Yatim hingga Keluarga Rentan di Pekalongan Terima Seragam Gratis
Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati menjelaskan bantuan yang disalurkan terdiri atas dua unit Combine Harvester dan enam unit pompa air. Seluruh alsintan tersebut diberikan kepada delapan kelompok tani berdasarkan kebutuhan di lapangan agar pemanfaatannya lebih tepat sasaran.
Ia mengungkapkan, bantuan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengejar target Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2026 yang ditetapkan mencapai 1.473 hektare. Dengan luas baku sawah Kota Pekalongan sekitar 775 hektare, petani didorong mampu meningkatkan intensitas tanam hingga dua bahkan tiga kali dalam setahun.
"Melalui dukungan alsintan, proses pengolahan lahan dan panen menjadi lebih cepat sehingga peluang meningkatkan indeks pertanaman juga semakin besar," terang Lili.
Ia juga mengingatkan agar kelompok tani mengelola bantuan tersebut secara bersama-sama serta menyiapkan dana perawatan rutin sehingga usia pakai mesin tetap optimal dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati menjelaskan bantuan yang disalurkan terdiri atas dua unit Combine Harvester dan enam unit pompa air. Seluruh alsintan tersebut diberikan kepada delapan kelompok tani berdasarkan kebutuhan di lapangan agar pemanfaatannya lebih tepat sasaran.
Ia mengungkapkan, bantuan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengejar target Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2026 yang ditetapkan mencapai 1.473 hektare. Dengan luas baku sawah Kota Pekalongan sekitar 775 hektare, petani didorong mampu meningkatkan intensitas tanam hingga dua bahkan tiga kali dalam setahun.
"Melalui dukungan alsintan, proses pengolahan lahan dan panen menjadi lebih cepat sehingga peluang meningkatkan indeks pertanaman juga semakin besar," terang Lili.
Ia juga mengingatkan agar kelompok tani mengelola bantuan tersebut secara bersama-sama serta menyiapkan dana perawatan rutin sehingga usia pakai mesin tetap optimal dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Akses Pendidikan Merata, Anak Yatim hingga Keluarga Rentan di Pekalongan Terima Seragam Gratis
Baca Juga: Bulan Purnama Picu Pasang Laut, Warga Pesisir Kota Pekalongan Diminta Waspadai Ancaman Rob
Melalui dukungan alsintan, peningkatan indeks pertanaman, serta pengembangan varietas padi yang adaptif terhadap lahan terdampak rob, Pemkot Pekalongan berharap produktivitas pertanian terus meningkat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menghadirkan efisiensi biaya bagi petani sehingga usaha tani menjadi lebih menguntungkan dan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Dinperpa turut memaparkan keberhasilan program pemanfaatan lahan eks-rob di wilayah Pekalongan Utara yang kini kembali produktif melalui budidaya padi varietas Biosalin. Program hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia tersebut telah berkembang menjadi salah satu program unggulan nasional karena mampu menghidupkan kembali lahan yang sebelumnya terdampak rob sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Keberhasilan tersebut semakin memperkuat optimisme Pemkot Pekalongan dalam mendorong peningkatan produksi padi melalui kombinasi modernisasi alat pertanian dan inovasi pemanfaatan lahan. (han/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto Melalui dukungan alsintan, peningkatan indeks pertanaman, serta pengembangan varietas padi yang adaptif terhadap lahan terdampak rob, Pemkot Pekalongan berharap produktivitas pertanian terus meningkat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menghadirkan efisiensi biaya bagi petani sehingga usaha tani menjadi lebih menguntungkan dan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Dinperpa turut memaparkan keberhasilan program pemanfaatan lahan eks-rob di wilayah Pekalongan Utara yang kini kembali produktif melalui budidaya padi varietas Biosalin. Program hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia tersebut telah berkembang menjadi salah satu program unggulan nasional karena mampu menghidupkan kembali lahan yang sebelumnya terdampak rob sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Keberhasilan tersebut semakin memperkuat optimisme Pemkot Pekalongan dalam mendorong peningkatan produksi padi melalui kombinasi modernisasi alat pertanian dan inovasi pemanfaatan lahan. (han/dit)