METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kondisi Jalan K.H. Ahmad Dahlan yang berada di perbatasan Kota dan Kabupaten Pekalongan kembali menuai keluhan warga.
Hingga Rabu 8 Juli 2026, ruas jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer, mulai dari pertigaan Gang Lapangan, Desa Curug hingga perempatan Kelurahan Bumirejo, belum juga mendapat perbaikan menyeluruh dari pemerintah.
Jalan yang menjadi akses utama masyarakat menuju Jalur Pantura itu kini dipenuhi debu, bergelombang, dan rusak sehingga mengganggu kenyamanan serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kerusakan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama. Saat musim kemarau, debu beterbangan akibat banyaknya kendaraan yang melintas.
Sedangkan saat musim hujan, genangan air menutupi permukaan jalan yang bergelombang sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Menurut keterangan warga sekitar, kerusakan jalan bermula setelah banjir besar yang meluap dari sungai beberapa waktu lalu.
Luapan air menyebabkan lapisan aspal terkelupas dan permukaan jalan menjadi tidak rata.
Pemerintah sempat melakukan penambalan di sejumlah titik, namun tambalan tersebut kembali mengelupas sehingga kondisi jalan semakin memburuk.
Karena belum ada perbaikan permanen, warga dan pengguna jalan harus ekstra berhati-hati setiap kali melintas.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi tersebut juga berdampak pada kendaraan yang lebih cepat mengalami kerusakan.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Budi Santoso, mengaku setiap hari melewati jalan tersebut untuk bekerja. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak membuat perjalanan menjadi tidak nyaman.
"Kalau lewat sini harus pelan-pelan karena jalannya bergelombang. Debunya juga sangat banyak kalau siang hari. Kami khawatir kalau terus dibiarkan bisa menyebabkan kecelakaan, apalagi untuk pengendara motor," ujarnya.
Sementara itu, seorang sopir angkutan barang, Rizal, mengaku kondisi jalan yang rusak memperlambat waktu tempuh distribusi barang menuju tempat kerja.
"Ini jalur penting, banyak kendaraan lewat setiap hari. Kalau jalannya bagus tentu perjalanan lebih lancar. Sekarang kami harus mengurangi kecepatan karena takut barang terjatuh dan pernah jatuh untung ada yang mengasih tau," ungkapnya.
Selain menjadi jalur penghubung menuju Pantura, Jalan K.H. Ahmad Dahlan juga menjadi akses vital bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Pekalongan untuk bekerja, bersekolah, hingga mengangkut hasil usaha.
Karena itu, warga berharap pemerintah tidak lagi hanya melakukan penambalan sementara, melainkan perbaikan secara menyeluruh.
Warga juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan segera berkoordinasi mengenai kewenangan penanganan jalan tersebut.
Mengingat lokasinya berada di wilayah perbatasan, masyarakat berharap persoalan administrasi tidak menjadi alasan tertundanya perbaikan.
"Harapan kami sederhana, pemerintah segera turun tangan dan memperbaiki jalan ini secara permanen. Jangan nanti-nanti jalan ini adalah akses utama masyarakat yang setiap hari digunakan ribuan pengendara," tambahan Budi.
Dengan perbaikan yang menyeluruh, masyarakat berharap mobilitas warga kembali lancar, serta aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan Kota dan Kabupaten Pekalongan dapat berjalan lebih optimal. (moch.falahuddin/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan