METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – TPST Mitra Brayan Resik mengajak puluhan anggota Pramuka dari salah satu sekolah di Kota Pekalongan peduli lingkungan.
Mereka diajak mempelajari cara mengelola sampah rumah tangga, mengenal budidaya maggot, serta memahami sistem bank sampah.
Pengelola TPST Mitra Brayan Resik, Tobiin menjelaskan seluruh tahapan pengolahan sampah, mulai dari sampah yang masuk ke TPST, proses pemilahan sampah organik dan anorganik, proses pengolahan, hingga pemanfaatan hasil akhirnya agar memiliki nilai guna.
"Kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa sampah bukan hanya untuk dibuang. Jika dipilah sejak dari rumah, sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bahkan memiliki nilai ekonomi. Edukasi seperti ini penting agar budaya menjaga lingkungan tumbuh sejak usia dini," kata Tobiin di lokasi TPST di Jalan Raya Simbang Wetan, Kuripan, Kelurahan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Kamis 9 Juli 2026.
Selain mempelajari proses pengolahan sampah, para siswa juga diajak mengunjungi area budidaya maggot (Black Soldier Fly/BSF). Maggot untuk mengurai sampah organik. Dan maggot bermanfaat untuk pakan ternak maupun ikan.
Tak hanya itu, peserta juga dikenalkan dengan Bank Sampah yang berada di kawasan TPST Mitra Brayan Resik. Dalam sesi ini, para siswa belajar cara memilah sampah yang masih memiliki nilai jual agar dapat didaur ulang ataupun ditabung melalui program bank sampah sebagai salah satu bentuk pengelolaan sampah berbasis ekonomi.
Salah seorang siswa Pramuka, M. Fajar Ramadhan memperoleh banyak pengalaman baru setelah melihat langsung proses pengolahan sampah di TPST Mitra Brayan Resik. "Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami bisa melihat langsung bagaimana sampah diolah. Saya baru tahu kalau sampah organik bisa dimanfaatkan untuk budidaya maggot dan sampah lainnya bisa ditabung di bank sampah," katanya.
Menurutnya, pembelajaran secara langsung membuat materi lebih mudah dipahami dibandingkan hanya membaca teori di dalam kelas.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak pelajar yang memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Sementara itu, Tobiin berharap TPST Mitra Brayan Resik dapat terus menjadi pusat edukasi lingkungan bagi sekolah-sekolah di Kota Pekalongan maupun daerah sekitar.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah harus dimulai dari generasi muda.
"Harapan kami, anak-anak yang datang ke sini tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga menerapkannya di rumah dan sekolah. Jika mereka mulai terbiasa memilah sampah sejak dini, maka mereka bisa menjadi pelopor kebersihan di lingkungannya masing-masing," tuturnya. (moch.falahuddin/ida)
Editor : Ida Nor Layla