METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kelurahan Buaran Kradenan, Kecamatan Pekalongan Selatan, menjadi titik awal pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026.
Upacara pembukaan TMMD digelar di Lapangan Pikatu atau Pinggir Kali Setu dengan melibatkan unsur TNI, Pemerintah Kota Pekalongan, organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat setempat.
Program TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 didukung anggaran sebesar Rp244.975.000 yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah senilai Rp208.975.000 dan APBD Kota Pekalongan sebesar Rp36.000.000.
Mewakili Wali Kota Pekalongan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, menegaskan bahwa TMMD merupakan program strategis yang sejalan dengan visi pembangunan Kota Pekalongan yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, TMMD tidak sekadar membangun sarana fisik, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter masyarakat melalui penguatan nilai kebangsaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong.
"TMMD hadir tidak hanya membangun fisik wilayah, tetapi juga membangun jiwa kebangsaan, kesadaran sosial, dan semangat gotong royong masyarakat," ujar Slamet Budiyanto.
Pada pelaksanaan tahun ini, sasaran fisik difokuskan pada pengaspalan jalan lingkungan di RT 04 RW 12 Kelurahan Buaran Kradenan sepanjang sekitar 318 meter dengan lebar jalan antara 2,6 hingga 3,5 meter.
Selain pembangunan jalan, TMMD juga menyasar pemugaran dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program ini diharapkan dapat memberikan hunian yang lebih layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat.
Tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan non fisik yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Materi penyuluhan yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan dan bela negara, pencegahan penyalahgunaan narkoba dan judi online, pengelolaan sampah, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pencegahan kenakalan remaja, implementasi Posyandu dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM), digital marketing, hingga edukasi penanggulangan bencana.
Slamet Budiyanto menilai keberhasilan TMMD sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"TMMD adalah manifestasi nilai luhur bangsa berupa gotong royong, kerja sama, dan cinta tanah air. Saya mengajak seluruh masyarakat Buaran Kradenan menjadi bagian dari perubahan dengan berpartisipasi membangun kampungnya," katanya.
Sementara itu, Dandim 0710/Pekalongan yang diwakili Danramil 20/Pekalongan Selatan, Letda Inf. Jasmadi, menjelaskan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 akan berlangsung selama satu bulan, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Selama pelaksanaan program, personel TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat akan bergotong royong menyelesaikan seluruh sasaran fisik maupun nonfisik yang telah direncanakan.
Menurut Jasmadi, pembangunan jalan dan rumah layak huni diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar akses transportasi lingkungan, sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"TMMD diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama membangun daerahnya," ungkapnya.(han/dit)
Sumber : metropekalongan.com