METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk kenakalan remaja terus diperkuat Polres Pekalongan Kota.
Program yang dimulai sejak 14 Juli 2026 itu menjadi bentuk sinergi antara Polres Pekalongan Kota dengan dunia pendidikan dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta taat terhadap aturan hukum sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan Police Goes to School dilaksanakan oleh personel Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas), Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas, para Kapolsek jajaran, hingga Bhabinkamtibmas.
Dalam setiap sesi, para pelajar memperoleh pembekalan mengenai pencegahan perundungan atau bullying, kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan narkoba, etika bermedia sosial, budaya tertib berlalu lintas, hingga penguatan nilai-nilai kedisiplinan dan wawasan kebangsaan.
Materi dikemas secara interaktif sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan tersebut, Polres Pekalongan Kota berharap para siswa mampu menjadi pribadi yang bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki daya saing di masa depan.
Tidak hanya memberikan penyuluhan di lingkungan sekolah, Polres Pekalongan Kota juga mengajak peserta MPLS mengenal lebih dekat tugas dan peran kepolisian. Salah satunya melalui kunjungan siswa MA Hidayatul Athfal ke Mapolsek Pekalongan Selatan.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa diperkenalkan secara langsung dengan tugas pokok dan fungsi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi melalui Ps. Kasi Humas Iptu Purno Utomo menjelaskan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan MPLS merupakan langkah preventif dan preemtif untuk membangun karakter pelajar sejak dini sekaligus mempererat hubungan positif antara kepolisian dengan lingkungan pendidikan.
"Kami ingin kehadiran Polri dalam MPLS tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran hukum, kedisiplinan, dan membangun hubungan yang positif antara pelajar dengan kepolisian. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja," ujar Iptu Purno Utomo, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, pembentukan karakter tidak bisa dilakukan oleh sekolah saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk kepolisian, keluarga, dan masyarakat agar peserta didik memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.(han/dit)
Sumber : metropekalongan.com