METROPEKALONGAN.COM. Pekalongan – SDN Keputran 6 Kota Pekalongan menerapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah anak bagi peserta didik baru kelas 1 pada tahun ajaran 2026/2027.
Selama 7 hari masa MPLS, sekolah menyesuaikan kegiatan murid baru dengan menyesuaikan perkembangan anak.
Hal ini merupakan bentuk tindak lanjut atas arahan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan yang menekankan bahwa murid kelas 1 tidak langsung diperlakukan seperti siswa Sekolah Dasar (SD).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Keputran 6 Nur Tjandrawati Lubis SPd mengatakan, banyak perpindahan dari taman kanak-kanak (TK) ke SD merupakan fase yang membutuhkan banyak tahapan.
Berbagai kegiatan selama MPLS dikemas secara interaktif. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, ruang kelas, guru, dan teman sebaya, siswa juga diajak berdoa bersama, bernyanyi, bermain, serta mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang diselingi lagu dan permainan. Pendekatan tersebut dilakukan agar anak dapat belajar sambil bermain sehingga proses adaptasi berlangsung secara alami dan menyenangkan.
Tjandrawati yang kerap di panggil Chandra menjelaskan, pihak sekolah juga membuat assessment yang bisa diisi murid bersama orang tua.
Assessment ini bertujuan supaya guru dapat memahami minat dan kemampuan siswa sehingga guru dapat mengajar anak-anak sesuai dengan hasil assessment.
Tak hanya itu, Chandra juga menyebutkan kegiatan consensus di kelas, salah satunya adalah dengan memberikan kesepakatan belajar yang di setujui oleh siswa.
“Kesepakan ini biar anak-anak juga memahami bahwa masa transisi ini tidak lagi bertindak semaunya mereka. Dan untuk membuat mereka tau bahwa kesepakan yang kita buat bersama untuk mendisiplinkan diri,” ujarnya pada hari kedua MPLS Selasa 14 Juli 2026.
Berbagai kegiatan MPLS dan nanti pada saat pembelajaran di kelas dikonfirmasi tak langsung pada pembelajaran seperti membaca dan menulis. Chandra mengatakan bahwa guru kelas 1 memang dianjurkan untuk memulai dengan perlahan.
Menurutnya anak TK yang terbiasa hanya bermain tak akan efektif ketika langsung mulai pembelajaran. Dan agar suapaya siswa tidak merasa terbebani dengan lingkungan dan ritme belajar yang baru.
“Guru kelas satu bisa memulai dengan belajar sambil bernyanyi. Atau di selingi dengan permainan-permainan kecil yang bisa berupa cerita dan coret-coret gambar,” jelasnya.
Lebih lanjut Chandra menjelaskan, jam pulang sekolah tak langsung jam setengah 12 siang, seperti umumnya kelas I. Dari hari ke hari jam pulang bertambah agar siswa tak kaget dan merasa jenuh dengan sekolah baru merka.
“Kami mulai dari jam 9, besok jam 10, begitu sampai jam setengah 12 agar siswa bisa penyesuaian secara perlahan”
Tak hanya guru, SDN Keputran 6 juga melibatkan beberapa murid dari kelas IV hinggga VI yang merupakan murid dari program Sahabat Sekolah Dasar (SASADA).
Ristia Ningrum yang kerap di sapa Irum itu menjelaskan bahwa SASADA ini memiliki peran yang cukup.
Mereka membantu murid baru beradaptasi dengan sekolah mulai dari berkanalan dengan teman-teman baru hingga mendampingi berbagai kegiatan MPLS.
“Mungkin saja dengan adanya kakak-kakak mereka akan lebih nyaman dan merasa aman. Karena mereka ikut benyanyi bermain dan aktivitas yang menyenangkan selama MPLS. Tentu saja masih dalam pengawasan kamu,” ujarnya. (salwa.najaha/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan