METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Harga bahan pangan di Pasar Banjarsari Kota Pekalongan mengalami kenaikan dalam beberapa terakhir.
Kenaikan terjadi pada sejumlah komuditas seperti telur ayam, ayam potong, cabang, bawang hingga sayur-sayuran. Seiring beroperasinya kembali Makan Bergizi Gratis (MBG) saat sekolah sudah aktif kembali.
Salah seorang pedagang Farida menjelaskan, berapa minggu yang lalu sempat mengalami penurunan harga, namun tak lama setelah itu mengalami kenaikan. “Sebelum mengalami kenaikan harga telur Rp 23.000 perkilo, nah ini sudah mancapai Rp 26.000,” ujar Farida yang lebih kerap di sapa Ida, Kamis 16 Juli 2026.
Menurutnya kenaikan ini sebagian besar alasannya karena libur sekolah telah berakhir. Artinya Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai beroperasi lagi.
Hal ini berpengaruh terhadap jumlah penjualan, yang awalnya habis satu peti dalam sehari, kini bisa mencapai 3 hari.
Pedagang ayam potong, Elmi, merasakan hal yang sama. Harga ayam mengalamai kenaikan mulai dari Rp 3000 hingga Rp 5000 rupiah perkilogramnya.
“Ayam tadinya sekitar Rp 34.000 sekarang mencapai Rp38.000, bahkan ada yang sampai Rp 40.000,” ungkapnya.
Ia menilai, kenaikan ini menjadi penyebab proses jual beli menjadi alot. Tak bisa dipungkiri, pembeli banyak yang menawar, namun penjualan tetap pada harga yang sudah ditentukan.
Elmi berharap, harga normal kembali. Tak hanya penjual yang kesusahan, ia juga memikirkan pembeli yang merasa berat untuk membeli ayam.
Namun saat bahan pangan yang mengalami kenaikan, cabai rawit merah atau biasa disebut cabe setan tidak mengalami kenaikan.
Pedagang cabai bawang sekaligus sayuran Mey menjelaskan, MBG jarang menggunakan cabai rawit merah, sehingga tak mengalami kenaikan. Tapi harga sayur-mayur naik hampir 2x lipat.
“Wortel itu yang Super (SP) tadinya Rp 7000 sekarang Rp 16.000. Kalau kebetulan dapet Rp 14.000 wortelnya kurang cantik,” kata pedagang yang menjual 15 macam sayur tiap harinya.
Seorang pembeli yang sedang menawar ayam potong, Salsabila, terpaksa mengurangi jumlah belanjaan dan melakukan penghematan.
Kenaikan ini memang terjadi saat sekolah aktif kembali. “Kalau program pemerintah tetap berjalan tidak masalah. Soalnya yang terasa masyarakat yang setiap hari belanja kebutuhan dapur," katanya. (salwa.najaha/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan