Lantai Dua dan Lantai Tiga Pasar Banjarsari Masih Minim Aktivitas

Magang • Dipublikasikan Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:49 WIB
SEPI PEDAGANG : Ruko dan kios di lantai 2 dan lantai 3 Pasar Banjarsari Kota Pekalongan masih banyak yang kosong dan belum dimanfaatkan secara maksimal. (MOCH. FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
SEPI PEDAGANG : Ruko dan kios di lantai 2 dan lantai 3 Pasar Banjarsari Kota Pekalongan masih banyak yang kosong dan belum dimanfaatkan secara maksimal. (MOCH. FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Aktivitas perdagangan di Pasar Banjarsari Kota Pekalongan hingga kini masih didominasi di lantai dasar. 

Sementara itu, sebagian besar kios dan ruko di lantai dua serta lantai tiga masih banyak yang kosong. Belum dimanfaatkan secara maksimal.

Padahal, bangunan pasar telah selesai dibangun dan sudah diresmikan. Termasuk seluruh pedagang telah direlokasi dari pasar darurat ke Pasar Banjarsari tersebut.

Pasar Banjarsari merupakan salah satu pasar bersejarah di Kota Pekalongan. Berawal dari Pasar Sentiling yang telah ada sejak awal 1900-an, kawasan ini berkembang menjadi pusat perdagangan masyarakat.

Setelah kebakaran besar yang melanda pasar beberapa tahun lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menyediakan dua lokasi pasar darurat, yakni di kawasan Kali Loji untuk pedagang pakaian dan di Taman Sorogenen bagi pedagang sayur, buah, serta kebutuhan pokok lainnya.

KIOS TUTUP : Ruko dan kios di lantai 2 dan lantai 3 Pasar Banjarsari Kota Pekalongan masih banyak yang kosong dan belum dimanfaatkan secara maksimal. (MOCH. FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
KIOS TUTUP : Ruko dan kios di lantai 2 dan lantai 3 Pasar Banjarsari Kota Pekalongan masih banyak yang kosong dan belum dimanfaatkan secara maksimal. (MOCH. FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

Setelah Pasar Banjarsari selesai dibangun ulang, seluruh pedagang diarahkan kembali untuk menempati kios yang telah disediakan dengan fasilitas yang lebih baik.

Namun rencana tak sesuai ekspektasi. Tidak semua kios terisi, terutama di lantai dua dan tiga yang hingga kini masih terlihat lengang.

Salah seorang warga yang ditemui di kawasan pasar, Sabtu 18 Juli 2026, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama.

Menurutnya, sebagian pedagang memilih tidak menempati kios di lantai atas karena kurang strategis.

"Dulu semua pedagang memang ditertibkan untuk pindah ke pasar yang baru. Tapi sekarang yang di lantai dua dan tiga masih sepi. Ada yang bilang pembeli malas naik tangga, jadi pedagang juga memilih tidak berjualan di atas," ujarnya.

PASAR BARU : Ruko dan kios di lantai 2 dan lantai 3 Pasar Banjarsari Kota Pekalongan masih banyak yang kosong dan belum dimanfaatkan secara maksimal. (MOCH. FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
PASAR BARU : Ruko dan kios di lantai 2 dan lantai 3 Pasar Banjarsari Kota Pekalongan masih banyak yang kosong dan belum dimanfaatkan secara maksimal. (MOCH. FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

Berbeda dengan lantai atas, suasana di lantai dasar terlihat jauh lebih ramai. Deretan pedagang sembako, sayuran, buah-buahan, daging, dan kebutuhan sehari-hari masih menjadi tujuan utama masyarakat yang berbelanja setiap hari.

Sepinya aktivitas di lantai dua dan tiga menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola pasar dan Pemkot Pekalongan.

Selain menyediakan fasilitas yang memadai, diperlukan upaya untuk meningkatkan daya tarik kawasan agar seluruh area pasar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Bagi warga Pekalongan, Pasar Banjarsari bukan sekadar tempat bertransaksi. Pasar ini menjadi bagian dari sejarah perjalanan kota, tempat ribuan pedagang menggantungkan penghidupan, sekaligus ruang bertemunya masyarakat dari berbagai penjuru.

Harapannya, seluruh sudut Pasar Banjarsari dapat kembali hidup sehingga semangat perdagangan yang telah tumbuh selama lebih dari satu abad terus berlanjut di masa mendatang. (moch.falahuddin/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
sepi pedagang kota pekalongan Pasar Banjarsari