DLH Kota Pekalongan Optimalkan Bank Sampah Rintisan, Warga dan Sekolah Diajak Menabung Sampah Anorganik

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 10:56 WIB
PENIMBANGAN SAMPAH : DLH saat penimbangan sampah anorganik, untuk disetor ke bank sampah dari perwakilan sekolah dan pegawai setempat, beberapa waktu kemarin di kantor setempat.(ist)
PENIMBANGAN SAMPAH : DLH saat penimbangan sampah anorganik, untuk disetor ke bank sampah dari perwakilan sekolah dan pegawai setempat, beberapa waktu kemarin di kantor setempat.(ist)

 

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan resmi mengoptimalkan layanan Bank Sampah Rintisan (BSR) sebagai pusat penampungan sampah anorganik dari masyarakat, instansi, hingga lembaga pendidikan.

Program ini menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus memperkuat budaya memilah sampah dari sumbernya.

Kepala DLH Kota Pekalongan, Joko Purnomo, S.T., menegaskan gerakan menabung sampah merupakan langkah penting dalam menghadapi keterbatasan lahan TPA. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi pada Minggu (26/7/2026).

Menurut Joko, penguatan jaringan Bank Sampah Rintisan di lingkungan perkantoran dan Bank Sampah Unit (BSU) di tingkat kelurahan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi timbulan sampah harian. Karena itu, pihaknya terus mendorong setiap kelurahan memiliki bank sampah yang aktif dengan pengelolaan yang baik.

Baca Juga: Kabar Baik Pengguna Internet, MK Wajibkan Operator Beri Opsi Kuota Tidak Hangus

Baca Juga: Suami Guru ASN Resmi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak, Warga Desak Oknum Guru Dicopot

"Kami terus menggenjot agar seluruh kelurahan memiliki Bank Sampah Unit yang aktif dan memiliki kepengurusan yang sehat. Upaya pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya. Jika tidak dilakukan secara bersama-sama, pengelolaan sampah di TPA akan semakin berat," ujar Joko.

Ia menjelaskan, bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyetorkan sampah yang masih bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat agar terbiasa memilah sampah sejak dari rumah.

Dengan demikian, konsep ekonomi sirkular dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam masih memiliki nilai jual yang tinggi apabila dipilah dan dikelola dengan benar.

Bahkan, berbagai material tersebut dapat diolah kembali menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Baca Juga: HAN 2026, Dindik Kota Pekalongan Perkuat Wajib Belajar 13 Tahun, PAUD Hingga Anak Inklusi Dapat Perhatian

Baca Juga: Desa Kuta Pemalang Dilanda Krisis Air Bersih, Polisi Sigap Salurkan 5.000 Liter Air

Sebagai bentuk implementasi program tersebut, DLH Kota Pekalongan kembali menggelar kegiatan rutin penimbangan sampah anorganik di lingkungan kantornya. Kegiatan ini melibatkan pegawai DLH, peserta didik SMA Negeri 3 Pekalongan, serta siswa SMP Wachid Hasyim Pekalongan yang sebelumnya telah melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.

Berbagai jenis sampah yang dikumpulkan antara lain botol plastik, gelas plastik bening, kertas bekas, kardus, karton, kaleng, besi tua, aluminium, hingga material daur ulang lainnya yang masih memiliki nilai ekonomis.

Seluruh hasil penimbangan kemudian diserahkan kepada Bank Sampah Induk Kota Pekalongan untuk diproses lebih lanjut melalui mekanisme daur ulang. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi dari pengelolaan limbah yang tepat.

Selain menyasar pegawai dan masyarakat umum, keterlibatan pelajar dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter peduli lingkungan sejak usia dini.

Kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan dinilai mampu memperkuat penerapan prinsip 3R atau Reduce, Reuse, dan Recycle dalam kehidupan sehari-hari.

Layanan penimbangan sampah anorganik di Bank Sampah Rintisan DLH Kota Pekalongan sendiri dibuka secara berkala setiap hari Jumat pagi.

Masyarakat, instansi, sekolah, maupun komunitas dipersilakan menyetorkan sampah anorganik yang telah dipilah untuk kemudian ditimbang sebagai tabungan sampah.(han/dit) 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
kota pekalongan DLH Kota Pekalongan sampah bank sampah