METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Populasi eceng gondok memenuhi aliran Sungai Pekalongan di Jalan Hayam Wuruk, Kota Pekalongan, Selasa 28 Juli 2026.
Selain dipenuhi tumbuhan air, kondisi sungai juga tampak berwarna hitam, mengeluarkan bau tidak sedap, dan dipenuhi sampah sehingga memicu keluhan warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
Kondisi tersebut mengganggu kenyamanan Masyarakat. Karena eceng gondok yang tumbuh liar dan lebat tersebut menyebabkan aliran air terhambat.
Bahkan air sungai yang tidak mengalir menyebabkan genangan di sejumlah titik. Hal itu berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, terutama saat musim hujan.
Salah seorang warga sekitar, Soviyulloh, 21, mengaku kondisi sungai telah lama mengalami pencemaran. Namun hingga kini belum menunjukkan perubahan. Kondisi sungai yang semakin tidak kondusif.
“Warna air sungai sudah lama tercemar. Sungai juga dipenuhi eceng gondok dan sampah yang menghambat arus air sehingga tidak bisa mengalir lancar," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Kondisi tersebut berpotenasi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk dan berdampak pada kesehatan masyarakat di sekitar sungai.
"Kami tinggal di tepi sungai. Kondisi seperti ini sangat memprihatinkan, selain menimbulkan bau, berpotensi mengganggu kesehatan warga," katanya.
Persoalan tersebut memerlukan perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan maupun masyarakat setempat.
Pembersihan eceng gondok dan sampah secara berkala mendesak untuk dilakukan agar aliran sungai kembali lancar dan kualitas lingkungan di sekitar bantaran sungai dapat membaik.
Selain itu, masyarakat wajib peduli dan memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai, agar pencemaran tidak semakin parah.
“Upaya menjaga kebersihan sungai menjadi tanggung jawab bersama demi menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi warga Kota Pekalongan,” katanya. (moch.falahuddin/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan