METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Tumpukan sampah di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Watusalam, Kota Pekalongan, semakin parah.
Setelah ditutup pada kisaran April dan Mei 2026, kini pembuangan sampah liar menyebabkan sampah berserakan hingga ke bahu jalan.
TPS 3R tersebut ada di Jalan Raya Watusalam yang menghubungkan daerah Buaran ke Karangdadap.
Sejumlah sampah yang menumpuk merupakan sampah rumah tangga berupa kantong plastik, sisa makanan, serta berbagai jenis limbah lainnya. Menyebabkan bau yang menyengat dan tidak nyaman pagi pengendara.
Salah seorang warga yang sering membantu merapikan sampah, Hariyono, sering kali mempertanyakan pengelolaan TPS 3R tersebut.
“Kayaknya masalah sampah menumpuk seperti ini sudah dari lama. Ini karena pengelola yang nggak terlalu memperhatikan. Tapi setelah ditutup, malah pembungan sampah liar semakin parah,” jelasnya pada Rabu 29 Juli 2026.
Semenjak TPS 3R ditutup, kata Hariyono, beberapa sampah rumah tangga Watusalam dialihkan ke TPS 3R Kebonsari, Karangdadap.
Menurutnya langkah sementara ini setidaknya jadi salah satu solusi. Karena warga prihatin jika sampah menumpuk semakin banyak.
Penutupan sampah ini karena sampah di TPS 3R tersebut sudah overload. Sebab antara jumlah sampah yang datang dan proses pengelolaan tidak seimbang.
Kondisi tersebut diperparah dengan pembungan sampah liar yang sulit dikendalikan. Padahal sudah dipasang spanduk dilarang membuang sampah.
“Sampah yang dibuang di pinggir jalan itu kemungkinan dilakukan oleh perorangan. Karena sampah yang diangkut oleh jasa pengangkut sampah, ada beberapa yang dibuang di Kebonsari,” jelas Hariyono.
Kondisi tersebut juga dikeluhkan seorang warga Karangdadap yang kerap melintasi jalan tersebut. Sebut saja Kamila. Ia menilai, keberadaan tumpukan sampah telah mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Apalagi tumpukan sampah tersebut mulai berseraakan meluas hingga ke bahu jalan dan menimbulkan bau tidak sedap.
“Saya sebagai orang yang sering lewat di sini merasa kurang nyaman, karena sampahnya sudah sampai ke pinggir jalan. Bahkan, kalau tidak dibersihkan, sampahnya kadang sampai ke jalan. Baunya juga sangat menyengat,” katanya.
Jalan yang menghubungkan Jenggot dan Karangdadap tersebut memang bukan jalur utama, tetapi cukup ramai dilalui masyarakat.
Tumpukan sampah yang berada di tepi jalan pun mudah terlihat dan berpotensi mengganggu kenyamanan serta kebersihan lingkungan. (salwa.najaha/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan