METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Sebagian ibu-ibu PKK banyak yang belum memahami pentingnya memilah sampah. Bahkan, selama ini hanya membuang sampah ke tempat pembuangan yang tersedia tanpa memisahkan jenisnya.
“Selama ini kalau membuang sampah ya langsung dibuang saja ke tempat sampah. Di sini tempat sampah juga masih terbatas, jadi biasanya beberapa rumah menggunakan tempat sampah yang sama,” kata salah seorang anggota PKK, Hania, dalam sosialisasi proker Gerobok Sampah, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kelurahan Setono, Kota Pekalongan, Rabu 29 Juli 2026.
Bagi Hania, sosialisasi pilah sampah merupakan pengetahuan baru. Terutama cara memilah sampah antara barang yang harus dibuang, dan yang masih bisa dimanfaatkan kembali.
“Buat orang kayak saya jarang banget memperhatikan barang-barang kayak begini. Ya ini menyadarkan saya bahwa sampah itu tidak hanya sekadar sampah, tetapi juga bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Koordinator Desa KKN Desa Setono Tika Meryana mengakui, banyak ibu-ibu PKK yang masih belum memahami jenis-jenis sampah. Karena itulah, pihaknya memberikan pemahaman kepada ibu ibu PKK mengenai jenis-jenis sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga sampah residu, serta cara memilahnya sesuai kategori.
“Sampah anorganik tidak selalu harus dibuang atau diserahkan kepada pengepul. Ada beberapa jenis sampah seperti kertas dan kemasan tertentu, masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk kerajinan dan memiliki nilai ekonomi,” jelas Tika.
Dalam praktik tersebut, peserta dibagi ke dalam kelompok yang terdiri atas empat hingga lima orang. Setiap kelompok didampingi oleh dua mahasiswa KKN untuk membantu proses pembuatan kerajinan. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan pemahaman bahwa sampah anorganik tidak hanya dapat dijual sebagai barang rongsok, tetapi juga dapat diolah menjadi produk kreatif yang berpotensi memiliki nilai jual.
“Kami juga menjelaskan bahwa hasil kerajinan yang dibuat memiliki nilai ekonomi dan target pasarnya merupakan anak-anak hingga pelajar dan mahasiswa,” katanya. (salwa.najaha/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan